Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Menang Ora Umuk Kalah Ora Ngamuk

RABU, 22 MEI 2019 | 10:13 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

KANTOR berita politik RMOL.ID 21 Mei 2019 berikhtiar menyejukkan suasana panas dengan pemberitaan bahwa Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada pasangan Prabowo Subianto–Sandiaga Uno dan seluruh partai koalisinya.

Hal itu disampaikan menyusul penetapan KPU yang menyebut Paslon Jokowi-Maruf sebagai pemenang Pilpres. 

Hormat dan Terima Kasih



"Dengan ini kami  menyampaikan rasa hormat dan terimakasih kepada pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno serta partai koalisinya yang telah menjadi partner dalam kompetisi pemilu yang beradab dan demokratis," jelas Hasto di kantor DPP PDI Perjuangan, Jl. Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/5).

"Kami berharap agar setelah pemilu selesai, kita semua dapat meneruskan kembali hal yang menjadi tujuan dari proses pemilu dan demokrasi, yaitu bergotong-royong membangun kesejahteraan bangsa demi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemilu telah selesai, kini saatnya kembali dalam kehidupan nyata dan kembali pada kebudayaan asli Indonesia yaitu guyub dan saling hormat-menghormati. Pemerintah dan kekuasaan harus terus diawasi tetapi dengan cara-cara yang beradab, bermartabat dan dilandasi oleh niat baik," demikian ujar Sekjen PDIP.

Kesatria

Melalui naskah sederhana yang dimuat RMOL ini, saya menyampaikan penghargaan kepada Hasto Kristiyanto yang telah secara nyata mengejawantahkan citra kesatria sejati sesuai ajaran kakak RA Kartini, RM Pandji Sosrokartono “Sugih tanpa bandha, Digdaya tanpa aji, Nglurug tanpa bala, Menang tanpa ngasorake“, serta wejangan mahaguru Kejawen saya, Bambang Waluyo tentang sifat kesatria sejati “Menang Ora Umuk, Kalah Ora Ngamuk”.

Memang sangat hina apabila yang menang menghina yang kalah. Insyaallah, kekesatriaan Hasto Kristiyanto dapat menjadi suri teladan bagi para politisi dan penguasa yang masih ingin berniat baik serta menjunjung tinggi makna adiluhur terkandung dalam sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. MERDEKA.

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

TNI AU Bersama RCAF Kupas Konsep Keselamatan Penerbang

Rabu, 04 Februari 2026 | 02:04

Jokowi Dianggap Justru Bikin Pengaruh Buruk Bagi PSI

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:45

Besok Jumat Pandji Diperiksa Polisi soal Materi Mens Rea

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:28

Penguatan Bawaslu dan KPU Mendesak untuk Pemilu 2029

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:17

Musorprov Ke-XIII KONI DKI Diharapkan Berjalan Tertib dan Lancar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:56

Polisi Tetapkan Empat Tersangka Penganiaya Banser, Termasuk Habib Bahar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:41

DPR Minta KKP Bantu VMS ke Nelayan Demi Genjot PNBP

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:17

Kejagung Harus Usut Tuntas Tipihut Era Siti Nurbaya

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:49

Begini Alur Terbitnya Red Notice Riza Chalid dari Interpol

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:25

Penerapan Notaris Siber Tak Optimal Gegara Terganjal Regulasi

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:11

Selengkapnya