Berita

Ani Hasibuan/Net

Politik

Ani, Oh Ani...

KAMIS, 16 MEI 2019 | 23:13 WIB | OLEH: DR. SYAHGANDA NAINGGOLAN*

ANI Hasibuan telah mengarah atau diarahkan menjadi musuh negara. "The Enemy of State". Polisi telah melayangkan panggilan terkait pasal-pasal berbahaya atau pidana. Meski judulnya panggilan saksi, tapi tanpa tahu tersangkanya siapa, nasib Ani sedikit menakutkan.

Perkaranya sederhana. Ani diundang stasiun TV menjelaskan kenapa lebih dari 500 petugas pemilu tewas. Apa sebabnya?

Dalam jawaban Ani dihadapan jutaan penonton, kematian karena kelelahan adalah kemustahilan.


“Kalau kita bicara fisiologi, kelelahan itu kan kaitannya dengan fisik. Kalau orang beraktivitas, dia pakai gula, metabolisme. Kalau habis, capek, dia hipoglekimia, dia lapar. Kalau enggak, oksigennya dipakai, dia hipoksia, dia ngantuk. Jadi orang capek itu, dia ngantuk, dia lapar. Kalau dipaksa, dia pingsan. Enggak mati dong,” kata Ani.

Sesederhananya persoalan ini ternyata disikapi lain dengan pihak pemerintah dan pendukung #01. KPU sendiri menghindari pembahasan lebih dalam soal kenapa kematian yang massal ini di buka.

Pendukung #01 memainkan strategi “Kill the messenger”. Mereka mulai mencari hubungan-hubungan Ani dengan oposisi. Dan ada yang melaporkan ke polisi pada 12 Mei lalu. (Dalam penelusuran kompas. com pada htps://tamsh-news.com/article/dr-ani-hasibuan-sps--pembantaian-pemilu-gugurnya-573-kpps, tidak ditemukan pernyataan Ani tentang “Pembunuhan Kimia Massal”.)

Tetapi pepatah mengatakan ketika  “Kill the Messenger, but The Message Remains”. Pesan yang disampaikan Ani telah diterima keluarga, saudara dan tetangga korban. Dan bahkan ratusan juta rakyat yang penasaran.

Kenapa penasaran?

Kematian yang banyak sekali ini membingungkan sebab:

1)  Bagaimana standar kesehatan bangsa kita?

2) Mungkinkah rakyat kita  gampang mati kalau "overworked" (Kerja Ekstra) yang exhausted (melelahkan)? Seberapa besar beban kerja penyelenggara pemilu?

3) Apakah sistem kesehatan kerja dan “hubungan industrial” dijalankan? Misalnya, apakah mereka di jamin asuransi?

Banyak sekali pertanyaan dibenak masyarakat dengan kematian yang terus menerus menghiasi berita nasional.

Memang standard kesehatan bangsa kita sangat rendah saat ini.  WHO mengeluarkan rilis bahwa Indonesia dalam urutan 101 dari 149 negara, masih di bawah negara tetangga Laos, Vietnam apalagi Malaysia dan Singapore.

Mengutip survei Sun Life Financial Asia, 2017, responden Indonesia menyebutkan enam hal kendala utama dalam menjalani hidup sehat yaitu: 44% waktu yang kurang akibat pekerjaan, 36% distraksi, 35% besarnya biaya hidup sehat, 52% tidak rutin berolahraga, 31% selalu kurang tidur dari 6 jam/hari 28% selalu mengkonsumsi makanan tidak sehat.

Dokter Ani dalam mendalami keluhan apa dari pekerja KPPS-KPU yang tewas telah mempertimbangkan faktor standar kesehatan kita. Dan jawaban Ani adalah tidak mungkin mereka tewas karena kelelahan. Apalagi pekerjaan pemilu tidak seberat buruh-buruh pabrik yang bekerja siang malam di kawasan buruh Tangerang, katanya.

Dampak pencerahan yang diciptakan Ani, khususnya pada saya, sebagai aktifis yang pernah belasan tahun hidup dengan kaum buruh,  tentunya Ani telah memberikan pencerahan dari sisi rasional, artinya dari dunia kedokteran.

Pencerahan itu artinya kematian bukan soal kelelahan. Yang juga sudah saya setengah yakini sebelumnya. Tanpa dokter Ani, saya masih tetap akan bertanya benarkah karena kelelahan?

Bagaimana nasib Ani?

Dokter Ani menyarankan adanya investigasi lebih dalam.  Menurutnya banyak kawan2nya sesama dokter mau volunteer melakukan ini. Kelihatannya ini menakutkan rezim?

Membela kebenaran bukanlah hal gampang. Galileo, 303 tahun lalu dijatuhkan hukuman mati oleh otoritas gereja ketika mengatakan bumi mengitari matahari. Otoritas Gereja mengatakan matahari mengitari bumi.

Bukankah Galileo lelaki, sedang Ani perempuan?

Menjadi perempuan dalam dunia politik yang didominasi lelaki semakin membebani Ani. Pertama,  mungkin perempuan ditakutkan akan muncul mengimbangi dominasi. Kedua, Ani mungkin akan muncul menjadi simbol perjuangan perempuan atau emak-emak ke depan.

Penutup

Ani… Ani. begitulah lagu lawas Rhoma Irama. Seorang Ani yang hanya menjadi objek cinta lelaki. Itu adalah gambaran suram perempuan Indonesia. Mungkin dulu?

Saat ini sudah muncul perempuan Ani dengan simbol kejeniusan (masuk kedokteran UI adalah tersulit di Indonesia), kecintaan pada ulama dan keberanian mengungkapkan kebenaran.

Simbol baru perempuan seperti ini betul2 akan memberikan “enlightenment” buat bangsa kita,  khususnya kebangkitan perempuan Indonesia.

Selamatkan Ani Hasibuan. Selamatkan Bangsa Indonesia.

Direktur Sabang Merauke Circle


Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Di Depan Mahasiswa, Direktur Pertamina Beberkan Strategi Jaga Ketahanan Energi Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 | 18:19

PLN Resmikan SPKLU ke-5.000 di Indonesia, Pengguna EV Kini Makin Nyaman

Kamis, 21 Mei 2026 | 18:14

Polri Panen Raya Jagung di Bengkayang

Kamis, 21 Mei 2026 | 18:14

Viral Sarden Disebut Bukan UPF, Ini Penjelasannya

Kamis, 21 Mei 2026 | 18:11

OPM Diduga Dalang Pembunuhan Delapan Penambang Emas di Distrik Korawai

Kamis, 21 Mei 2026 | 18:05

Mengenal Duck Syndrome yang Viral di Media Sosial, Ini Pengertian dan Dampaknya

Kamis, 21 Mei 2026 | 18:04

MBG Tetap Prioritas meski Anggaran Dipangkas

Kamis, 21 Mei 2026 | 17:46

Pidato Prabowo ke Golkar Dinilai Bukan Sekadar Candaan

Kamis, 21 Mei 2026 | 17:42

Cirebon Raya Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU

Kamis, 21 Mei 2026 | 17:33

Hubungan Baik Prabowo-Megawati Perlihatkan Kepemimpinan Inklusif

Kamis, 21 Mei 2026 | 17:32

Selengkapnya