Berita

Polisi Sri Lanka Berjaga/Net

Dunia

Kekerasan Komunal Meningkat, Sri Lanka Intensifkan Jam Malam

RABU, 15 MEI 2019 | 01:18 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Sri Lanka memerintahkan jam malam nasional untuk malam kedua setelah kerusuhan anti-Muslim pasca teror bom Minggu Paskah.

Jam malam itu sebelumnya sempat dihapus pada Selasa (13/5), di semua wilayah kecuali Provinsi North Western (NWP) tempat seorang pria Muslim tewas oleh gerombolan massa pada awal pekan ini.

Pria 45 tahun itu meninggal karena luka-luka yang diderita ketika kerumunan menyerbu bengkel pertukangannya di distrik Puttalam di NWP dan menebasnya.


Kepala polisi Chandana Wickramaratne memperingatkan tindakan keras terhadap perusuh, dan mengatakan bahwa polisi telah mengeluarkan perintah untuk menggunakan kekuatan maksimum.

Di tempat lain di provinsi itu, gerombolan massa membakar puluhan toko milik Muslim, merusak rumah dan masjid dalam satu hari kerusuhan.

"Jam malam di NWP akan dilanjutkan sampai pemberitahuan lebih lanjut," kata juru bicara kepolisian Ruwan Gunasekera, seperti dimuat Al Jazeera.

Polisi Sri Lanka memberlakukan jam malam seluruh pulau dari jam 9 malam waktu setempat sampai jam 4 pagi.

Dalam pidatonya, Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe mengatakan jam malam di seluruh negeri diumumkan untuk mencegah kelompok-kelompok tak dikenal yang mengatur kekerasan komunal.

Wickremesinghe mengatakan kerusuhan itu akan menghambat penyelidikan atas teror Minggu Paskah 21 April yang menargetkan tiga gereja dan tiga hotel mewah, menewaskan 257 orang dan melukai hampir 500 orang.

Sri Lanka juga untuk sementara waktu melarang beberapa jaringan media sosial dan aplikasi pengiriman pesan, termasuk Facebook dan WhatsApp, setelah sebuah posting memicu kerusuhan anti-Muslim di beberapa kota.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya