Berita

Berjualan buah krai/Net

Nusantara

Buah Krai Khas Banyuwangi Diburu Saat Bulan Ramadan

SENIN, 13 MEI 2019 | 08:27 WIB | LAPORAN:

Banyuwangi punya makanan yang khas setiap bulan puasa, yaitu buah Krai.

Buah ini kerap diburu oleh pembeli karena menjadi bahan utama minuman yang menyegarkan untuk berbuka puasa. Para pedagang pun panen rezeki dan omsetnya bisa mencapai Rp 2 juta per hari.

Bentuk buah krai mirip dengan timun suri, namun dengan daging buah yang berwarna orange cerah. Warna kulitnya cenderung kuning dengan sulur kehijauan.


Buah ini rasanya hampir sama dengan buah blewah, namun tekstur daging buahnya lebih lembut. Aroma buah yang masak juga jauh lebih harum dibanding blewah.

Buah ini biasanya disajikan dengan air gula yang sudah dilarutkan dengan air terlebih dahulu. Di campur es batu, rasanya makin nikmat dan segar.

Selama bulan Ramadan banyak pedagang dadakan yang menjual buah krai di Banyuwangi. Salah satu pedagang yang berjualan buah krai adalah Suripah (60) bersama anaknya Ana (32).

Suripah berjualan di pinggir jalan nasional Kabat-Banyuwangi bersama dengan beberapa pedagang lainnya. Tempat ini sejak lama memang telah menjadi pusat penjualan buah krai selama Ramadan di Banyuwangi.

“Pertama kali yang berjualan di kawasan sini adalah Bapak saya, mulai tahun 80-an. Bapak satu-satunya pedagang di sini. Dulu masih memakai alas tikar untuk berjualan, tidak pakai lapak seperti sekarang. Sekarang saya dan ibu yang meneruskan  usaha ini,” kata Ana saat menceritakan awal keluarganya berjualan buah musiman ini.

Lapak Ana dan ibunya mulai dibuka pada pukul 07.00 wib hingga pukul 17.00 . Buah Krai dijual secara eceran atau bijian oleh Ana dan ibunya. Harganya mulai Rp 3.000 untuk ukuran yang paling kecil dan Rp 20 ribu untuk ukuran terbesar.

Dalam satu hari omsetnya bisa mencapai Rp 2 juta atau jika sedang sepi minimal bisa mengantongi Rp 700 ribu.

“Alhamdulillah karena adanya cuma bulan puasa, ya setiap jualan diserbu pembeli. Kami sendiri mulai jualan sudah sejak puasa kurang dua hari, biasanya nanti sampai beberapa hari setelah lebaran. Maklum, banyak pemudik yang juga kangen buah ini, banyak plat mobil luar kota yang mampir beli,” kata Ana.

Di Banyuwangi, Kecamatan Kabat termasuk salah satu sentra penanaman buah krai. Bapaknya sendiri, kata Ana, menjadi pengepul buah krai di wilayah Kabat yang menjual kembali pada pedagang eceran.

“Selama bulan puasa, Bapak bisa menebas hingga lima hektar tanaman buah krai. Satu hektar bisa ribuan buah krai, untuk dijual lagi ke pedagang lain,” ujar Ana.

Ana pun mengaku kalau pendapatan penjualan buah krai selama Ramadhan cukup menguntungkan. Semua hasilnya selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga juga diputar kembali untuk usaha jualan sayur mayur di luar bulan Ramadan.

"Alhamdulillah, rejeki terus mengalir saat berjualan krai di Ramadan ini. Karena krai ini memang hanya ada saat puasa, jadi pembeli benar-benar memburu buah ini," kata Ana.

Sementara itu salah satu pembeli, Sofiana asal Denpasar mengatakan dirinya selalu membeli krai bila sedang bepergian ke Banyuwangi. Minuman ss krai telah menjadi salah satu menu favorit takjil keluarganya saat puasa.

“Seger banget rasanya. Kalau ke Banyuwangi saat puasa, kami pasti mampir beli. Minuman ini hampir selalu ada di menu buka puasa keluarga kami. Kami juga suka nitip ke kerabat kalau ada yang ke Banyuwangi, untuk membelikan buah ini” ujar Sofiana.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

ANTAM Pertahankan Posisi di Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:22

Dari Korupsi BGN ke RUU HAM: Meninjau Korban yang Terlupakan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:02

KSAU Resmikan Skadron Udara 18 di Lanud Halim, Perkuat Dukungan Penerbangan Kenegaraan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:01

Pimpinan DPR Siap Temui Mahasiswa yang Demo di Parlemen Hari Ini

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:57

PGN Gelar Program Bedah Dapur GasKita 2026 demi Manjakan Pelanggan

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:45

KPK Dalami Peran Mertua Menpora Dito Ariotedjo dalam Skema Kuota Haji 50:50

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:42

BPJPH dan ESQ Siapkan SDM Tangguh Hadapi Wajib Halal 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:37

Sugiono Sampaikan Salam Prabowo untuk Putin, Minta Maaf Absen di KTT ASEAN-Rusia

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:35

Harga Minyak Dunia Stabil saat Selat Hormuz Kembali Dibuka

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:27

93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Rampung, Mensos Imbau Pemda Perkuat Kolaborasi

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:09

Selengkapnya