Berita

Ilustrasi

Jaya Suprana

Fit And Proper Test

MINGGU, 12 MEI 2019 | 06:46 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SAYA mengagumi serta menghormati mahakarya kesusasteraan India seperti Mahabharata dan Ramayana sebagai sumber inspirasi bagi Wayang Purwa sebagai mahakarya kebudayaan Jawa dan Bali.

Tanpa mengurangi rasa kagum serta hormat terhadap Walmiki sebagai penggubah kisah Ramayana, saya pribadi sebagai penulis buku “Kelirumologi Genderisme” yang mendambakan kesetaraan gender, merasa terusik oleh episod fit and proper test menjelang akhir kisah Ramayana setelah kerajaan Alengkadiraja berhasil ditaklukkan oleh Rama dan laskar wanara di bawah pimpinan Anoman.

Meragukan


Sebuah episode Ramayana berkisah tentang bagaimana Rama meragukan kesucian dan kesetiaan Sinta yang cukup lama berada di dalam istana Alengkadiraja sebagai tawanan Rahwana.

Merasa berhak meragukan kesucian dan kesetiaan isterinya maka Rama merasa berhak memaksa Sinta untuk menempuh fit and proper test kesucian dan kesetiaan melalui tradisi pati obong.

Tanpa ragu Sinta meminta Laksmana menumpuk kayu bakar sebanyak mungkin kemudian Anoman membakar tumpukan kayu bakar itu sementara Sinta dengan gagah berani melompat ke dalam kobaran api yang sedang ganas menyala-nyala. Mendadak Dewa Brahma dan Dewa Agni turun ke bumi menyambar demi menyelamatkan Sinta sebagai bukti kesucian dan kesetiaan Sinta terhadap Rama.

Tidak Adil

Episode fit and proper test itu mungkin terkesan keren bagi kaum lelaki namun sebenarnya tidak adil terhadap kaum perempuan! Kenapa hanya Sinta yang harus membuktikan kesucian dan kesetiaan dirinya? Seharusnya agar adil, Rama juga harus membuktikan kesucian dan kesetiaan terhadap Sinta selama dirinya berperang melawan Rahmana yang menyandera Sinta.

Jika Rama berhak meragukan kesucian dan kesetiaan Sinta maka sebaliknya Sinta juga tidak kalah berhak meragukan kesucian dan kesetiaan Rama! Tidak ada yang tahu apa saja yang dilakukan Rama selama tidak didampingi Sinta!

Seharusnya Rama juga wajib menempuh fit and proper test melalui tradisi pati obong setara dengan Sinta. Hanya memang tidak ada jaminan bahwa akan ada dewa atau dewi yang sudi menyelamatkan Rama dari kobaran api yang sedang ganas menyala-nyala!

Penulis mendambakan kesetaraan gender

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya