Berita

Direktur Lingkar Madani, Ray Rangkuti (kanan)/RMOL

Politik

Selain Korban Meninggal, Pemilu 2019 Paling Banyak Memenjarakan Orang

SABTU, 11 MEI 2019 | 13:17 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

. Pemilu serentak 2019 yang menelan banyak korban jiwa sampai 500 jiwa lebih menjadi catatan buruk pada perhelatan Pemilu tahun ini.

Selain itu, Pemilu 2019 juga menjadi ajang memenjarakan orang atau pihak-pihak tertentu yang mengarah pada kriminalisasi.

"Pemilu kali ini selain banyak menelan korban jiwa petugas KPPS, tapi juga pemilu yang paling banyak memenjarakan orang," ujar Direktur Lingkar Madani, Ray Rangkuti dalam diskusi bertajuk "Kapok Pemilu Serentak" di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/5).


Ray mengaku heran dengan sikap dari aparat kepolisian yang terkesan gampang menggunakan pasal makar terhadap seseorang yang mengemukakan pendapat.

"Okelah kalau hoax itu dipenjara. Tapi kalau makar gimana? Kok dikit-dikit makar, dikit-dikt makar. Saya bukan membela si A atau si B, kita sebagai warga negara yang tinggal di negara demokrasi itu memiliki hak dan kesempatan yang seluas-luasnya untuk berbicara dan berpikir secara bebas," tutur pentolan Aktivis 98 ini.

Menurut Ray, kebebasan berpendapat dan berekspresi dalam sebuah negara demokrasi sejatinya adalah hal mutlak yang harus dilindungi. Termasuk, melontarkan kirtik pedas kepada pemerintah bukanlah perbuatan makar.

"Orang kalau sudah berbicara di muka umum mengkritisi atau menuding lalu disebut makar. Lho bagaimana bisa begitu. Sekali lagi saya bukan membela pihak tertentu, saya cuma concern terhadap penggunaan pasal makar," imbuhnya.

"Apalagi, dengan adanya tim hukum pemantau tokoh. Lah ini bagaimana, nanti orang-orang tidak ada lagi yang berpidato karena sulit memilih kata-kata yang aman agar tidak dijebloskan ke penjara," sebut Ray menambahkan.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

Pujian Anies ke JK Benamkan Ade Armando Cs

Senin, 18 Mei 2026 | 04:20

UPDATE

Kemlu: PT DSI Tingkatkan Kepercayaan Global terhadap Ekspor RI

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:20

Pantai Gading Perkuat Dukungan untuk Inisiatif Otonomi Sahara Maroko

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:07

Penduduk Indonesia Bertambah 1,4 Juta Jiwa

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:03

Pidato Prabowo Cerminkan Optimisme Menjaga Stabilitas Ekonomi Nasional

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:02

KPK Panggil Plt Bupati Tulungagung dan Sejumlah Pejabat dalam Kasus Dugaan Pemerasan

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:53

Kemenkeu dan BI Harus Bisa Menerjemahkan Keinginan Prabowo

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:41

Polisi Tetapkan Sopir Green SM Tersangka Taksi vs KRL di Bekasi

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:26

Sembilan WNI Jalani Visum dan Tes Kesehatan di Turki

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:26

IKN Disiapkan Jadi Superhub Ekonomi Baru Indonesia

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:20

Semen Indonesia Pangkas Empat Anak Usaha dalam Program Streamlining

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:16

Selengkapnya