Berita

Anak-anak Bung Karno dan Ibu Fatmawati dalam sebuah pertemuan di tahun 2004/RMOL

Politik

Kesalahan Terbesar Mega Ketika Mengambil Kekuasaan Dari Gus Dur

SABTU, 11 MEI 2019 | 05:40 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Krisis multidimensi yang dialami bangsa Indonesia, termasuk yang terkait dengan ketegangan politik pasca pemilu dan pilpres 2019, berasal dari kesalahan besar yang dilakukan Megawati Soekarnoputri saat berkuasa antara tahun 2001 sampai 2004.

“Kesalahan terbesar Megawati adalah ketika ia mengambil alih kekuasaan dari Gus Dur tahun 2001. Pengambilalihan kekuasaan ini menjadi preseden buruk yang merusak reformasi hingga kini,” ujar Rachmawati Soekarnoputri dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu.

Rachmawati adalah adik kandung Mega. Keduanya adalah putri dari Presiden Sukarno dan Ibu Fatmawati. Selain Mega dan Rachma, anak-anak pasangan Bung Karno dan Ibu Fatmawati lainnya adalah Guntur, Sukma dan Guruh.


Pengambilalihan kekuasaan dari Presiden Abdurrahman Wahid pada bulan Juli 2001, menurut hemat Rachma, adalah babak pembuka bagi berbagai kesalahan berikutnya.

“Yang paling fatal setelah mengambil alih kekuasaan dari Gus Dur adalah izin yang diberikan Megawati pada proses politik yang melanjutkan amandemen UUD 1945,” tambah Rachma.

Sejak reformasi UUD 1945 mengalami empat kali amandemen. Pertama dilakukan pada tanggal 14-21 Oktober 1999, lalu amandemen kedua dilakukan pada tanggal 7-18 Agustus 2000.

Amandemen ketiga dan keempat dilakukan di era Megawati, yakni pada tanggal 1-9 November 2001 dan pada tanggal 1-11 Agustus 2002. Menurut Rachma, ciri liberal kapitalistik semakin kuat dalam dua amandemen terakhir. Di era Mega juga mulai dilakukan penjualan BUMN, seperti PT Indosat.

“Bahkan Mega juga yang mengawali TNI dan Polri tidak bersikap netral. Ketika Gus Dur menunjuk Jenderal Chaerudin Ismail sebagai Kapolri baru, Mega melakukan pembangkangan dengan menunjuk Jenderal S. Bimantoro,” cerita Rachma.

“Justru insubordinasi Mega itu yang dapat disebut makar terlebih karena melibatkan kekuatan bersenjata,” demikian Rachma.

Kritik keras kerap disampaikan Rachma kepada kakaknya. Hubungan keduanya sejak lama diketahui kurang baik. Dalam beberapa kali debat capres-cawapres yang lalu, Mega dan Rachma bertemu di lokasi debat. Namun keduanya tidak pernah sekalipun saling sapa.  

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya