Berita

Demo minta Novel Baswedan dipecat dari KPK/RMOL

Politik

KPK Didesak Fokus Pencegahan Dan Pecat Novel Baswedan

JUMAT, 10 MEI 2019 | 04:07 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai lembaga terhormat dan ujung tombak pencegahan dan pemberantasan korupsi kini sudah mulai tidak independen.

"KPK diduga terlibat dalam kepentingan politik dan konstelasi Pilpres," kata koordinator aksi Gerakan Bersihkan (Geber) KPK, Achmad di halaman Gedung KPK, Jakarta, Kamis (9/5).

Dalam aksinya, masa Geber KPK membawa dua spanduk besar bertulisan "Novel Baswedan Orang Kita Kata Waketum Gerindra Poyuono. Ayo Bersihkan KPK," dan "Main Politik Praktis, Segera Bersihkan KPK Dari Gerombolan Novel Baswedan".


Menurut mereka, KPK juga tebang pilih dalam hal penangkapan dan operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar dengan lebih banyak menyasar kelompok yang secara politik berseberangan dengan aktor-aktor di KPK yang memiliki interest politik pada salah satu capres.

Diduga kuat aktor yang membawa KPK tidak independen dan netral itu adalah penyidik senior KPK yakni Novel Baswedan. Novel diduga kuat berpihak pada paslon 02 dengan iming-iming diangkat menjadi Jaksa Agung jika menang. Hal ini yang diungkapkan Wakil Ketum Gerindra Arif Poyuono yang mengatakan ada 'orang kita' di KPK. Patut diduga kuat 'orang kita' itu adalah Novel Baswedan.

"Bukti berikut adalah foto viral Novel yang berpose salam 2 jari khas capres 02 makin memperkuat dugaan tersebut," ujar Achmad.

Untuk itu, lanjut Achmad, Geber KPK mendesak KPK agar berhenti bermain politik praktis dan fokus pada upaya pencegahan korupsi, dan juga mendesak KPK agar segera pecat Novel Baswedan.

Novel Baswedan sendiri sudah membantah semua tuduhan itu. Dijelaskan Novel, semua pihak yang bekerja di KPK saling melengkapi dan saling mengawasi. Tidak ada satu bidang kerja yang membawahi semua pekerjaan. Sehingga mustahil jika ada satu orang yang menyetir penanganan suatu perkara tertentu.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

UPDATE

Pemerintah Siapkan Skenario Haji Jika Konflik Timur Tengah Memanas

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:14

KPK Hormati Putusan Hakim, Penyidikan Dugaan Korupsi Kuota Haji Tetap Berlanjut

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:12

Naik Transjakarta Kini Bisa Bayar Tiket Pakai QRIS Tap BRImo

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:06

Marak OTT Kepala Daerah, Kemendagri Harus Bertindak

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:01

RDF Plant Rorotan Diaktifkan Usai Longsor TPST Bantargebang

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:47

Seleksi Anggota Dewan Komisioner OJK Dimulai Hari Ini

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:44

Lantik Pengurus DPW PPP Gorontalo, Mardiono Optimistis Menuju 2029

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:43

Harga Bitcoin Terkoreksi Tipis

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:34

Emas Logam Mulia Naik Rp40 Ribu, Dekati Harga Rp3,1 Juta per Gram

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:29

Viral Mobil Pickup Impor India untuk Koperasi Desa Tiba di Indonesia

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya