Berita

Sabu jaringan China/Net

Hukum

Perederan Sabu Jaringan China Berhasil Digagalkan Polres Jakbar

KAMIS, 09 MEI 2019 | 15:14 WIB | LAPORAN: MEGA SIMARMATA

Peredaran sabu seberat 28 kilogram berhasil digagalkan Polres Metro Jakarta Bara, yang bekerja sama dengan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta dan DEA (The Drug Enforcement Administration) yang merupakan Badan Pencegahan Narkoba di Amerika Serikat.

Barang yang diamankan merupakan sabu jaringan Indonesia dan China. Sabu tersebut dibeli bahannya di Amerika, dibuat juga di Amerika tapi dikendalikan oleh penjual dari China.

Sabu sedianya akan diedarkan di Indonesia, khususnya di wilayah Jakarta Barat, sehingga dikirim melalui Los Angeles melalui paket pos. Untuk mengelabui petugas Bea Cukai, sabu disimpan dalam kemasan kopi Starbucks.


“Jadi ini mastermind-nya ada di China, ini sedang kita dalami, sifatnya berkesinambungan penyelidikan. Yang jelas, ada dua orang asing dari China yang khusus dikirim ke Indonesia untuk memastikan barangnya ini sudah tiba,” ujar Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Hengki Haryadi, dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Barat, Kamis (9/5).

Dari 28 kilogram yang berhasil digagalkan, 16 kilogram di antaranya digagalkan di Indonesia lewat kerja sama Polres Metro Jakarta Barat dengan Bea Cukai Indonesia.

Sementara pengiriman 12 kilogram dari Amerika menuju Indonesia berhasil digagalkan berkat kerja sama dengan DEA.

“Pada tanggal 11 April 2019 melalui teknik control delivery kita berhasil mengungkap sabu seberat 6 kilogram. Pada tanggal 30 April kita lakukan penangkapan kedua, kita berhasil menyita 10 kilogram sabu,” lanjut Hengki.

Dua penangkapan di Jakarta dilakukan di Kantor Pos Daan Mogot Jakarta Barat pada 11 April serta di parkiran mobil kantor Fedex, Tebet, Jakarta Selatan pada 30 April.

Dari penangkapan itu, polisi mengamankan empat pelaku, yakni Dasuki (42), Budi Supriyanto (52), serta dua warga negara China, Cui Ming (26) dan satu kurir perempuan, Li Xiufen (22).

“Dua tersangka di antaranya adalah warga negara asing yang khusus datang dari China untuk memastikan barang ini datang (ke Indonesia),” ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Hengki Haryadi.

Hengki mengatakan, masuknya sabu dari Amerika ke Indonesia merupakan jalur baru dalam transaksi narkotika jaringan internasional. Sebab sebelumnya jaringan sabu internasional yang masuk ke Indonesia lebih banyak berasal dari China atau Myanmar.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Erwin Situmorang. Menurutnya, modus pengiriman dengan jalur baru ini merupakan upaya untuk mengelabui petugas Bea Cukai. Sebab, mereka biasanya tidak terlalu memperhatikan barang yang masuk dari Amerika.

“Di dokumen pertama yang jumlahnya 6 kilogram ini, mereka bilang barangnya ini seperti ini (menunjukkan bungkus kopi kemasan Starbucks). Saya pikir benar-benar dari Amerika juga, karena ada gambar Starbucks. Benar-benar American style banget,” ungkap Erwin Situmorang, pejabat dari Bea Cukai Bandara Soetta.

“Pada umumnya narkoba yang datang biasanya dari China, Malaysia, Nigeria, Afrika, Thailand. Tapi kita biasanya enggak terlampau aware dengan barang-barang yang datang dari Amerika, karena kita pikir itu enggak berisiko,” lanjutnya.

Sementara itu, menurut Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKPB Erick Frendeiz, pihak DEA sangat terkejut terhadap modus baru pembuatan dan pengiriman sabu yang dirancang di wilayah Amerika.

Sehingga, kata Erick, DEA akan mendalami kasus ini untuk bisa mengungkap lebih jauh.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya