Berita

Massa aksi KMP/Net

Hukum

KPK Harus Responsif, Segera Pecat Penyidik Yang Berafiliasi Partai Politik

SELASA, 07 MEI 2019 | 16:19 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

. Massa aksi yang mengatasnamakan diri sebagai Korps Merah Putih (KMP) mendesak pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memecat Novel Baswedan sebagai penyidik.

Alasannya, Novel diduga sudah melanggar peraturan dan etika di lembaga antirasuah, yaitu disebut-sebut dekat dengan salah satu partai politik.

"KPK harus responsif, sekarang sudah banyak desakan rakyat bahwa Novel harus dipecat karena sudah berpolitik," kata Koordinator KMP, Mas Latu di halaman Gedung KPK, Jakarta, Selasa (6/5).


Pihaknya mempertanyakan alasan KPK yang terkesan mengistimewakan Novel. Sebab tidak pernah dilayangkan teguran apalagi sanski tegas. Padahal, sudah berulang kali Novel bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan politik.

Mulai dari disebut akan dicalonkan sebagai Jaksa Agung jika Prabowo-Sandi menang Pilpres. Hingga foto bersama pendukung Prabowo-Sandi sembari mengacungkan pose dua jari. Dan yang paling heboh, Nivel disebut-sebut dekat dengan Partai Gerindra.

Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon mengklaim Novel memiliki kedekatan dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Bahkan Wakil Ketua Umum Gerindra lainnya Arief Puyuono menyebut Novel sebagai "orang kita".

Dalam aksi KMP, mereka menyerahkan seekor ayam betina ke KPK. Hal ini sebagai simbol meminta KPK agar bertindak berani bagaikan macan jangan seperti ayam.

"KPK ini terkesan lebih takut Novel ketimbang amarah rakyat. Siapakah Novel ini sehingga KPK sampai tidak berani memprosesnya," ujar Mas Latu.

Ditambahkan, saat ini marwah KPK sedang berada di ujung tanduk. KPK dipandang terseret dalam pusaran politik praktis. Bahkan dari semua tindak tanduk politik yang bersingungan dengan Novel, mulai membuat rakyat pesimis dengan kinerja KPK.

Oleh Novel, semua tuduhan itu sudah dibantah. Menurutnya, jika ada tuduhan seperti itu, sama saja menghina KPK tidak berintegritas.

Dijelaskannya, semua pihak yang bekerja di KPK saling melengkapi dan saling mengawasi. Tidak ada satu bidang kerja yang membawahi semua pekerjaan. Akibatnya, mustahil jika ada satu orang yang menyetir penanganan suatu perkara tertentu.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya