Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Nilai Tukar Petani dan Usaha Rumah Tangga Stabil Jelang Bulan Puasa

SABTU, 04 MEI 2019 | 04:17 WIB | LAPORAN:

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis perkembangan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) dan Nilai Tukar Petani (NTP) periode April 2019. Dalam rilisnya, BPS mencatat adanya kenaikan pada Indeks Harga yang Diterima Petani (It) yakni sebesar 0,12 persen.

Angka tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib), yakni sebesar 0,61 persen. Kenaikan itu sangat berpengaruh terhadap NTUP dan NTP. Tercatat, kedua item ini mencapai 102,23.

"Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian secara nasional periode April 2019 mencapai sebesar 111,13 atau relatif stabil jika dibanding NTUP bulan sebelumnya," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat (3/5).


Suhariyanto menyampaikan bahwa kondisi diatas tak lepas dari stabilnya harga gabah kering panen di tingkat petani selama April 2019. Tercatat, harga gabah bulan lalu mencapai Rp4.357,00 per kilogram. Sementara di tingkat penggilingan kondisi harga tersebut mencapai Rp4.446,00 per kg.

"Jadi, rata-rata harga GKG di tingkat petani mencapai Rp5.127,00 per kilo atau turun 7,29 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.221,00 per kg atau turun 7,65 persen," katanya.

Sedangkan untuk harga gabah berkualitas rendah, lanjut dia, saat ini mencapai Rp4.022,00 per kilogram atau turun sebesar 6,37 persen. Adapun harga di tingkat penggilingan mencapai Rp4.119,00 atau turun 6,25 persen.

"Jika dibandingkan bulan April 2018, rata-rata harga di tingkat petani mengalami penurunan sebesar 4,37 persen, 2,21 persen, dan 6,65 persen," katanya.

Sementara itu, perkembangan indeks harga konsumen atau inflasi periode April 2019 berada di angka 0,44 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai sebesar 136,47. Sedangkan tingkat inflasi periode Januari–April mencapai 0,80 persen. Dengan demikian tingkat inflasi dari tahun ke tahun hanya sebesar 2,83 persen.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Jokowi Intervensi Prabowo soal Kabinet Jelang Pelantikan Presiden

Jumat, 03 Juli 2026 | 06:13

Sehina-hinanya, Serendah-rendahnya

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:48

Rezim Baru dan Kelahiran Organisasi Pemuda Paramiliter

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:41

Satu Polisi Tewas Dibacok saat Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:18

Jokowi Kecewa Berat Roy Suryo-Dokter Tifa Tak Ditahan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:15

Jokowi Tidak Rela Kehilangan Kekuasaan

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:26

Spanyol Lolos ke 16 Besar setelah Gasak Austria 3-0

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:12

Raja Juli Antoni Dituntut Terbuka soal Kasus Bupati Kuansing

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:03

Flyover Latumenten Bisa Kurangi Kemacetan 40 Persen

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:30

Sangat Aneh Kejaksaan Belum Periksa Jokowi

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:17

Selengkapnya