Berita

Mantan Ketua KPK Abraham Samad/RMOL

Hukum

Abraham Samad: Pimpinan KPK Jangan Takut Dan Jangan Loyo

JUMAT, 03 MEI 2019 | 10:46 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

. Pimpinan KPK diminta agar mengambil sikap tegas terkait gejolak yang timbul di internal komisi antirasuah. Sebab, apabila tidak disikapi secara cepat dan tegas maka akan berdampak pada marwah lembaga.

Hal itu diungkapkan mantan Ketua KPK Abraham Samad sebelum mengikuti acara diskusi bertajuk "Kelanjutan Penanganan Dugaan Pelanggaran Etik Deputi Penindakan dan Deputi Pencegahan KPK" yang diadakan oleh Koalisi Masyarakat Sipil bersama sejumlah elemen di Gedung KPK Kuningan Jakarta, Jumat (3/5).

"Di dalam diskusi nanti kita ingin memberikan support ya, dan sekaligus meminta pimpinan KPK supaya tidak takut dan tidak loyo untuk menyelesaikan masalah yang sedang terjadi di KPK. Karena kalau pimpinan KPK tidak berani mengambil satu keputusan, maka saya khawatir marwah KPK itu dipertanyakan," kata Samad.


KPK, kata Samad, merupakan salah satu lembaga negara yang memiliki tingkat kepercayaan paling tinggi di masyarakat. Karenanya, jika pimpinan KPK tidak boleh takut oleh pihak manapun dalam menjalankan tugas.

"Kita tahu kekuatan KPK itu sebenarnya terletak pada kepercayaannya dari masyarakat. Oleh karena itu pimpinan KPK seharusnya menjaga marwah KPK agar masyarakat tetap bisa percaya dan memberikan support yang kuat bagi KPK. Intinya kita ingin mendorong pimpinan KPK tidak takut dan tidak loyo dalam mengambil keputusan," tuturnya.

Samad menjelaskan, diskusi yang akan digelar nanti itu akan membahas berbagai persoalan yang muncul di internal KPK yang saat ini tengah bergejolak, mulai dari petisi dari 114 penyidik terkait dugaan pelanggaran etik hingga kasus penyiraman terhadap penyidik Novel Baswedan yang belum menemukan titik terang.

"Dalam diskusi pasti kita akan memberi masukan. Termasuk petisi, juga berlarutnya kasus Novel Baswedan yang sampai hari ini juga belum ada titik terangnya. Jadi semua problem internal akan kita diskusikan. harus ada solusi yang konkret tidak boleh mengawang-awang harus ada kesimpulan, yaitu menjaga marwah KPK dan tidak boleh dibiarkan begitu harus diselesaikan," tutupnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya