Berita

Ilustrasi lembaga survei/Net

Politik

Meleset, Para Pimpinan Lembaga Survei Jawab Pilpres Bengkulu Yang Menangkan Prabowo

SABTU, 27 APRIL 2019 | 19:18 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sejumlah pendiri dan pemimpin lembaga survei mulai angkat bicara mengenai perbedaan hasil hitung cepat lembaganya masing-masing dengan real count yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Bukan tanpa alasan, beberapa lembaga survei menyebutkan jika di Bengkulu, pasangan nomor urut 01, Joko Widodo-Maruf Amin lebih unggul dari paslon 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Hal itu berbanding terbalik dengan hasil hitung KPU lewat Situng yang memenangkan Prabowo-Sandi.


Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi memiliki pandangan sendiri. Bahkan ia sempat menyalahkan pemberitaan media yang dinilai kurang lengkap dalam menyajikan hasil hitungan Indikator Politik.

"Media seharusnya memberitakan secara lengkap. Indikator melaporkan margin of error per provinsi," kata Burhanuddin dalam unggahan Twitternya, Jumat (26/4).

Dengan demikian, margin of error atau batas kesalahan tiap wilayah pun berbeda-beda. Di Bengkulu, margin of error Indikator cukup besar.

Di Bengkulu misalnya, karena sampel sedikit, MoE +- 7,32%. Dengan prediksi 01 sekitar 52% vs 47% buat 02, jelas kami sebut di situ bahwa selisih antara keduanya tidak signifikan," jelasnya.

Di sisi lain, pendiri lembaga survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC), Saiful Mujani menjelaskan jika hitung cepat yang dilakukan lembaganya hanya sekadar prediksi secara nasional.

"Kalau dilihat nasional itu per provinsi, maka tergantung jumlah pemilih di provinsi itu," kata Saiful Mujani, Sabtu (27/4).

"Bengkulu adalah provinsi dengan jumlah pemilih relatif kecil sehingga kuota sampelnya juga kecil. Tidak bisa dibaca siapa menang bila selisihnya tipis," tandasnya.

Dalam Situng KPU, suara masuk di Bengkulu sudah mencapai 100 persen. Hasilnya, pasangan Prabowo-Sandi unggul dengan suara 585.521 sedangkan Jokowi-Maruf memperoleh 582.564 dari jumlah 6.165 TPS. Jika dipersentasekan, 02 unggul dengan 50,13 persen dari 01 dengan 49,87 persen.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya