Berita

Jurubicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade/Net

Politik

PEMILU 2019

Sindir KPU Dan Bawaslu, Jubir BPN: Kalau Tidak Salah Ngapain Takut TPF

SABTU, 27 APRIL 2019 | 15:42 WIB | LAPORAN:

. Tim pencari fakta (TPF) kecurangan Pemilu 2019 yang juga ikut didorong Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi bukanlah bertujuan untuk mendelegitimasi penyelenggara pemilu.

Jurubicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengatakan, BPN mendorong pembentukan TPF justru karena ingin penyelenggara pemilu dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mampu memastikan ke publik bahwa mereka sesungguhnya telah bekerja dengan baik.

"Tim pencari fakta ini bukan untuk mendelegitimasi peran KPU dan Bawaslu yang sudah bekerja keras," tegas Andre dalam diskusi bertajuk publik bertajuk "Silent Killer Pemilu Serentak" di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (27/4).


Ditekankan politisi muda Partai Gerindra ini, pembentukan TPF dilakukan hanya karena ada beberapa kasus yang tidak mungkin diselesaikan oleh KPU dan Bawaslu, sebab mereka tidak mempunyai kewenangan akan hal itu.

Misalkan, terkait adanya indikasi keterlibatan petinggi Polri dalam kecurangan pemilu dan lain sebagainya.

"Bawaslu tidak mungkin akan mampu hanya remeh temeh saja, rekomendasi dimentahkan oleh Sentra Gakkumdu. Apalagi kecurangan yang saya sampaikan tadi, indikasi yang tadi saya sampaikan (dugaan Polri)," jelasnya.

Rerkait rencana TPF baik KPU maupun Bawaslu belum menemui kata sepakat. Sebab ada yang menyambut baik, ada pula yang menolak keras. Terkait itu, Andre menegaskan, kalau memang tidak ada salah, maka pembentukan TPF bukanlah sebuah momok bagi para penyelenggara pemilu.

"Kalau tidak ada salah, ngapain takut," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya