Berita

Ilustrasi/Net

Publika

Budayakan Rekonsiliasi Pemuka Agama Pasca Pilpres

KAMIS, 25 APRIL 2019 | 12:06 WIB

PEMILIHAN Legislatif dan Pemilihan Presiden telah usai. 72 persen rakyat Indonesia telah memberikan hak suaranya di setiap TPS-TPS yang tersedia pada 17 April 2019 lalu. Persentasi tersebut merupakan yang tertinggi sejak berlangsungnya Pileg dan Pilpres di era reformasi ini.

Tingkat persentasi yang tinggi ini tentunya akibat akumulasi dinamika politik yang begitu tinggi atau bahkan panas. Seluruh elemen masyarakat, organisasi masyarakat dan bahkan pemuka agama secara terang-terangan terlibat dan melibatkan diri secara aktif untuk berpihak kepada salah satu pasangan calon dan partai politik. Mereka mengajak seluruh pemilih dan jemaahnya untuk berbondong-bondong datang ke TPS-TPS.

Bila pemilu-pemilu sebelumnya ada kelompok masyarakat yang menyerukan untuk golput, tetapi pemilu tahun ini nyaris tak terdengar.


Namun, kita masih melihat bahwa eskalasi politik yang panas sebelum pencoblosan, sepertinya belum mendingin pasca pencoblosan. Hal ini memang sangat dipengaruhi oleh simpang-siurnya hasil pemilu itu sendiri. Semua pihak yang terlibat dalam kompetisi pemilihan umum menyatakan dirinya lah sebagai pemenang dan mengajak para pendukungnya untuk melakukan langkah-langkah politik untuk menjaga kemenangan yang diklaim sepihak tersebut. Sementara, lembaga yang berwenang yaitu KPU RI baru tanggal 22 Mei 2019 menetapkan secara hukum siapa pemenangnya.

Menyadari situasi yang kurang begitu kondusif, maka sebaiknya harus ada langkah-langkah untuk mengurangi tensi politik yang masih panas, salah satunya adalah rekonsiliasi pemuka agama. Hal ini penting, sebab saat ini masyarakat menyandarkan keputusan politiknya pada pemuka-pemuka agama tersebut.

Sesungguhnya tugas pemuka agama dalam menyakinkan jemaahnya sudah ia emban, jemaahnya pun telah menentukan pilihannya dan sudah tercatat dalam lembaran dokumen negara dalam bentuk C1 dan lainnya. Biarkan para petugas penghitungan suara yang disaksikan oleh saksi-saksi yang telah ditunjuk bekerja sesuai dengan porsinya masing-masing.

Berbagai kecurangan dan pelanggaran laporkan dan serahkan prosesnya kepada yang ditunjuk oleh undang-undang.

Tugas pemuka agama selanjutnya adalah merajut kembali ikatan silaturrahim, ikatan persaudaraan, ikatan persahabatan, ikatan berjiran-tetangga yang sempat robek karena perbedaan pilihan. Langkah merajut ini dimulai dengan berkumpul dan berembuknya para pemuka agama untuk melakukan rekonsiliasi dan menyatakan menerima apapun hasil Pileg dan Pilpres.

Selanjutnya menyerukan secara aktif kepada setiap jemaahnya untuk kembali bergandengan tangan dalam bingkai persatuan Indonesia.

Mengajak seluruh masyarakat bersama pemerintah yang sah membangun Indonesia menuju kejayaannya untuk kebaikan bersama.

Pileg dan Pilpres akan kembali hadir lima tahun ke depan, masyakarat politik kembali berkompetisi, menyakinkan pemilih untuk memilihnya. Pahamilah semua proses politik itu sebagai edukasi politik dan pendewasaan kita dalam bersaudara di tengah perbedaan yang ada.

Rekonsiliasi ini akan menjadi budaya kita berindonesia setelah berbulan-bulan dalam perbedaan dengan bungkus cita-cita yang sama yaitu untuk Indonesia yang adil dan maju.

Dr. Aswan Jaya
Direktur Institut Aswaja, konsultan komunikasi dan riset.

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

OJK Minta Masyarakat Waspada Scam Berkedok Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:12

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasar Pantau Kebijakan OPEC+ dan Arab Saudi

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:03

PSI Sulit Jadikan Jateng Kandang Gajah Jika Hanya Andalkan Jokowi

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:57

Prabowo Bersiap Gelar Pertemuan Bilateral dengan Modi di Istana Pagi Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:54

IHSG Menguat, Rupiah Bergerak ke Rp17.985 per Dolar AS

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:48

BBNI Tuntaskan Buyback 2026, Saham Dialihkan Penuh untuk Program Pegawai (ESOP)

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:45

PPP Menangkan Lima Gugatan Sengketa Internal, Legalitas Kepengurusan Semakin Kuat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:38

GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Harga Emas Antam Anjlok Rp15 Ribu, Termurah Rp1,37 Juta

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Keputusan RI Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei Sangat Tepat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:22

Selengkapnya