Berita

Foto:Net

Publika

Mencari Solusi Efektif Sengketa Pemilu

KAMIS, 25 APRIL 2019 | 10:28 WIB

SAMPAI hari ini belum ada laporan tindak lanjut Bawaslu dan Kepolisian yang bersifat spektakuler untuk mengusut tuntas secara efektif terhadap pengaduan-pengaduan kecurangan selama proses pemilu 2019. Kegiatan salah input data pemilu oleh Ketua KPU ditafsirkan sebagai kewajaran keterbatasan manusia yang dapat melakukan kekeliruan.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dalam publikasi online memberikan tafsir terhadap orang-orang yang mengkritisi kegatan salah input data pemilu sebagai orang-orang yang tidak punya otak. Argumentasi Ryamizard Ryacudu adalah banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia menjadi alibi terhadap kesungguhan KPPS untuk melaporkan data pemilu secara benar. Keliru input tingkat KPU, namun yang dievaluasi tingkat KPPS.

KPU memandang jumlah kecurangan pemilu dari segi persentase sangat kecil, yang tidak akan mengubah kesimpulan pemenang pemilu. KPU juga memberikan kesan tentang tafsir bahwa pelaksanaan pemilu ulang dan pemilu yang terlambat dari sisi persentase jumlah TPS adalah sangat kecil, yang tidak akan mengubah kesimpulan tentang siapakah pemenang pemilu. Demikian pula respons KPU terhadap insiden pencoblosan-pencoblosan oknum di Malaysia dan berbagai tempat di Indonesia.


Argumentasi KPU adalah kesemua masalah itu dikesankan tidak akan mengubah kesimpulan pemenang pemilu. Demikian pula dengan keliru proporsi pemenang pemilu pada pelaporan hitung cepat pada hari pertama pemilu di televisi, yang tertangkap kamera. Diantara konsistensi dalam penggunaan tata pikir tersebut, yang tidak berani ditafsirkan oleh KPU adalah tentang penggunaan banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia dan sakit, yang sama sekali tidak pernah ditafsirkan KPU menggunakan tafsir metode persentase.

Wacana pembentukan Tim Pencari Fakta pemilu, apabila tanpa tindak lanjut secara efektif di kemudian hari juga masih menimbulkan sentimen pesimisme tentang penegakan hukum pemilu. Respons negatif terhadap ketiadaan kemauan penegakan keadilan hukum pemilu di atas, serta respons negatif terhadap wacana "people power", maupun pengerahan pasukan bersenjata dalam jumlah yang sangat besar untuk menjaga keamanan KPU, mall-mall strategis, dan obyek vital, itu hanya menyisakan gerakan diskusi kecil-kecilan big data dan real count internal, serta gerakan berdoa untuk membangkitkan hidayah secara massif guna menegakkan keadilan hukum pemilu.

Perjalanan sejarah di tingkat dunia menjelaskan kisah ekstrim Ramses. Sekalipun tenggelam di laut mati dan sekarat hendak tercabut nyawa sekalipun, namun Ramses sulit mengakui hidayah. Berkali-kali bencana ditunjukkan secara kasat mata dan massif pada Ramses dan para pengikutnya, namun hidayah tersebut tetap gagal membangkitkan perubahan kesimpulan yang diambil oleh kubu Ramses. Meskipun demikian, pada perjalanan sejarah mekanisme Pilpres secara langsung di Indonesia, Megawati Soekarnoputri telah memberikan teladan mengakui kalah terhadap Susilo Bambang Yudhoyono.

Sugiyono Madelan
Peneliti INDEF dan pengajar Universitas Mercu Buana.

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

OJK Minta Masyarakat Waspada Scam Berkedok Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:12

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasar Pantau Kebijakan OPEC+ dan Arab Saudi

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:03

PSI Sulit Jadikan Jateng Kandang Gajah Jika Hanya Andalkan Jokowi

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:57

Prabowo Bersiap Gelar Pertemuan Bilateral dengan Modi di Istana Pagi Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:54

IHSG Menguat, Rupiah Bergerak ke Rp17.985 per Dolar AS

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:48

BBNI Tuntaskan Buyback 2026, Saham Dialihkan Penuh untuk Program Pegawai (ESOP)

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:45

PPP Menangkan Lima Gugatan Sengketa Internal, Legalitas Kepengurusan Semakin Kuat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:38

GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Harga Emas Antam Anjlok Rp15 Ribu, Termurah Rp1,37 Juta

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Keputusan RI Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei Sangat Tepat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:22

Selengkapnya