Berita

Irwan Prayitno/Net

Politik

Pemprov Klarifikasi Pernyataan Gubernur Sumbar Soal 'Anak Tiri'

KAMIS, 25 APRIL 2019 | 08:02 WIB | LAPORAN:

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno membantah pemberitaan yang menyebut ia meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk tidak menganaktirikan Sumbar akibat Paslon 01 Jokowi-Maruf Amin kalah telak di provinsi tersebut.

Bantahan itu disampaikan oleh Kepala Biro Humas Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Jasman Rizal, dalam rilis tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (25/4).

Selain membantah adanya ucapan Irwan Prayitno soal 'Jangan Anak Tirikan Daerah Yang Tidak Mendukung Presiden Terpilih', Jasman juga menceritakan kronologi munculnya pemberitaan tersebut.


"Gubernur IP tidak pernah menyatakan secara langsung tentang 'Jangan Anak Tirikan Daerah Yang Tidak Mendukung Presiden Terpilih'. Kronologinya begini, saya tahu karena ada di samping Gubernur IP saat itu," ujar Jasman.

Menurut Jasman, kronologi ini bermula pada hari pencoblosan 17 April. Usai menunaikan hak pilihnya, Gubernur IP diwawancarai oleh awak media berkaitan dengan imbauan dan harapan terkait proses pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

"Namun tidak ada menyebut soal 'anak tiri' tadi," tegas Jasman.

Usai wawancara, lanjut Jasman, seorang wartawan melontarkan pertanyaan seraya mengiringi Gubernur IP ke mobil yang hendak meninjau sejumlah TPS di Kota Padang. Sambil tersenyum, sang wartawan menanyakan pandangan Politikus PKS itu tentang kemungkinan presiden terpilih akan membedakan perlakuan antara daerah yang memenangkannya dan tidak.

"Ndak mungkinlah. Presiden itu kan Pemimpin seluruh bangsa. Ndak ada istilah anak tiri dan anak kandung. Presiden itu negarawan. Siapapun jadi Presiden tidak mungkin seperti itu," jawab IP seraya tertawa, seperti dituturkan oleh Jasman.

Tak hanya itu, IP juga mencontohkan dirinya yang ketika menjadi Gubernur Sumbar tidak ada satupun Satuan Kerja Perangkat Daerah yang mendukungnya. Namun setelah aktif menjadi Gubernur, ia tidak mempermasalahkan hal tersebut, justru merangkul semua pihak untuk bekerja sama.

"Itulah sebenarnya yang terjadi. Artinya, Gubernur IP tidak ada menyatakan hal seperti itu secara langsung. Saya juga telah konfirmasi kepada wartawan yang pertama kali buat berita tersebut. Berita itu telah diambil oleh media lain tanpa adanya konfirmasi lagi ke IP atau ke kami. Namun karena telah menyebar, kami biarkan saja," pungkas Jasman.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Polisi seperti Tidak Mampu Tangani Begal

Minggu, 24 Mei 2026 | 06:05

Klub Milik Kaesang Turun Kasta

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:27

Hormati Ritual Haji, Trump Tunda Serang Iran

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:14

Jokowi Tak Pernah Diperiksa APH Meski Namanya Sering Disebut Pejabat Korupsi

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:11

Kritikan Anies ke Prabowo Bagai Oase

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:26

Terkecuali Amerika

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:14

Amien Rais: Jokowi Lapar dan Haus Kekuasaan

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:03

Wamen ESDM Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik Pascablackout di Sumatera

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:38

Publik Diajak Peduli Alam dan Satwa Lewat Kompetisi IAPVC 2026

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:32

Modus Aseng "Menaklukan" Aparat agar Tambang Ilegal Tak Tersentuh Hukum

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:01

Selengkapnya