Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Kelirumologi Pemilu Serentak

KAMIS, 25 APRIL 2019 | 06:58 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

TIDAK perlu diragukan lagi, niatan menyelenggarakan pemilihan umum secara serentak adalah positif dan konstruktif yaitu penghematan waktu, daya dan biaya.

Korban
Namun sungguh memilukan bahwa begitu banyak petugas jatuh sakit bahkan meninggal dunia akibat penyelenggaraan pemilu serentak. Segenap kepiluan itu menyadarkan kita semua bahwa pasti ada yang keliru pada penyelenggaraan pemilu secara serentak. Kita dapat berdebat mengenai kualitas namun secara kuantitas fakta membuktikan secara tak terbantahkan bahwa sampai saat naskah ini ditulis, jumlah anggota petugas pemilu yang
meninggal dunia 119 orang serta yang dilaporkan sakit 548 orang. Komisioner KPU Viryan Azis menegaskan jumlah ini mengacu data KPU pada Selasa (23/4) pukul 16.30 WIB di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat.


Duka
Bagi para penguasa kebijakan mungkin data tersebut sekedar suatu angka statistik yang masih perlu dikaji lebih mendalam. Namun bagi para sanak keluarga petugas yang jatuh sakit atau meninggal dunia jelas merupakan suatu peristiwa duka luar biasa mendalam yang hanya bisa dirasakan oleh mereka yang merasakannya sendiri. Seharusnya pemilihan umum merupakan suatu pesta demokrasi yang gembira-ria bukan suatu pertempuran yang menuntut korban luka apalagi nyawa. Jelas bahwa ada yang bukan saja keliru namun sangat keliru pada penyelenggaraan pemilu secara serentak.

Mohon
Maka dengan penuh kerendahan hati , sebagai rakyat Indonesia yang berduka atas para petugas yang gugur sebagai Pahlawan Demokrasi dalam penyelenggaraan pemilu serentak, saya memberanikan diri memohon pihak yang berwenang untuk berkenan meninjau kembali penyelenggaraan pemilihan umum secara serentak di persada Nusantara yang luar biasa luas dengan jumlah penduduk luar biasa banyak ini. Secara kelirumologis, fakta telah membuktikan bahwa pemilu serentak bukan saja terlalu mahal dalam hal waktu, daya dan biaya namun terutama dalam hal mengorbankan jiwa raga
sesama rakyat Indonesia. Jangan korbankan nyawa rakyat demi menghemat waktu, daya dan duit! Satu korban nyawa sudah terlalu banyak, apalagi lebih dari seratus! Kini kita telah menyadari kekeliruan pemilu serentak, maka adalah kewajiban kita bersama mendukung upaya pihak yang berwenang untuk secara kelirumologis mengoreksi kekeliruan yang telah terlanjur dilakukan di masa kini demi di masa mendatang mampu menyelenggarakan pemilihan umum di Tanah Air Udara tercinta secara lebih baik. Merdeka!

Penulis adalah rakyat Indonesia yang berduka atas gugurnya para Pahlawan Demokrasi dalam penyelenggaraan Pemilu 2019

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya