Berita

Airlangga Hartarto/Dok

Politik

Kasus Bowo Nggak Ngefek, Golkar Masih Dipercaya Rakyat

RABU, 24 APRIL 2019 | 20:31 WIB | LAPORAN:

Partai Golkar masih dipilih rakyat. Hal ini membuktikan kasus suap distribusi pupuk yang menyeret politikus Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso tidak banyak mempengaruhi elektabilitas partai beringin.

Bahkan, berdasarkan quick count atau hitung cepat sejumlah lembaga survei, partai yang dinahkodai Airlangga Hartarto ini masih berada di posisi 2 atau 3, bersaing dengan Partai Gerindra.

“Terbukti, hasilnya Golkar tetap dipilih pemilihnya. Artinya, Golkar masih mendapat kepercayaan rakyat untuk menempatkan wakilnya di DPR, DPRD Provinsi maupun DPRD kabupaten kota," terang Direktur Eksekutif Lembaga Emrus Corner, Emrus Sihombing.


Ini juga membuktikan Golkar memiliki pemilih cukup loyal.

"Nampaknya pemilih Golkar mengakar kuat, makanya dia tetap menjadi partai besar sampai sekarang,” sebutnya.

Pakar komunikasi politik Universitas Pelita Harapan (UPH) ini mengatakan, berulang kali KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap banyak politikus yang akhirnya membuat kasus korupsi menjadi persoalan biasa didengar masyarakat.

"Adanya legislator terjerat korupsi akhirnya tidak jadi alasan lagi bagi masyarakat untuk memilih atau tidak memilih partai tertentu. Saya melihatnya seperti itu," jelasnya.

Masyarakat, lanjut Emrus, lebih melihat dari sosok atau partai yang dinilai masih menyejahterakan atau memperjuangkan nasib mereka meski ada beberapa kadernya terseret korupsi.

Bahkan, Emrus menyangsikan kasus korupsi menjerat politikus di partai besar yang notabene parpol lama itu mampu membuat masyarakat lari ke parpol-parpol baru bermunculan.

"Apakah kemudian masyarakat bermigrasi ke partai baru? Belum tentu juga. Publik sepertinya masih meragukan partai-partai baru," tutup pengajar Pascasarjana UPH itu.

Bowo Sidik merupakan tersangka kasus suap pelaksanaan kerja sama pengangkutan bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

Komisi antirasuah mengamankan 400 ribu amplop untuk digunakan dalam serangan fajar pada Pemilu 2019.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya