Berita

Logo ICMI/Net

Politik

ICMI: Perkembangan Politik Saat Ini Indikasikan Kemerosotan Kualitas Demokrasi

RABU, 24 APRIL 2019 | 16:21 WIB | LAPORAN:

Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) menyoroti perkembangan politik nasional usai pemilihan umum (Pemilu) serentak 17 April 2019 lalu. ICMI menilai, situasi saat ini mencerminkan kemerosotan kualitas demokrasi di Indonesia.

Hal itu tertuang dalam Maklumat Kebangsaan ICMI menanggapi dinamika kehidupan politik bangsa pasca Pemilu 2019. Maklumat bertanggal 22 April tersebut ditandatangani oleh Ketum ICMI Jimly Asshiddiqie dan Sekjen ICMI Mohammad Jafar Hafsah.

"ICMI prihatin atas perkembangan politik bangsa saat ini yang mengindikasikan terjadinya kemerosotan kualitas demokrasi, sehingga menjadi kendala bagi berlangsungnya proses konsolidasi demokrasi," tulis ICMI dalam Maklumat Kebangsaannya.


ICMI menilai, hal kemerosotan tersebut membuat rakyat kehilangan kepercayaan pada demokrasi yang semestinya merepresentasikan kedaulatan rakyat dalam mewujudkan kesejahteraan.

Menurut ICMI, Pemilu seharusnya menjadi wujud pelaksanaan demokrasi secara jujur, adil, langsung, umum, bebas, rahasia, aman dan damai. Sehingga kekuasaan yang dihasilkan tidak diraih dengan menghalalkan segala cara.

Dalam Maklumat tersebut, ICMI juga mengingatkan aparatur negara untuk melaksanakan tahapan Pemilu sesuai kaidah demokrasi. Selain juga berharap Pemilu 17 April menghasilkan presiden dan wakil presidenan yang berlegitimasi, dan mampu mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, beradab dan bermartabat.

Kepada semua elite politik, ICMI menyerukan agar membangun budaya demokrasi yang adil dan beradab demngan mengedepankan etika politik dan kepentingan bangsa serta negara.

Untuk menciptakan ketenangan, ICMI meminta seluruh komponen bangsa agar menunggu hasil perhitungan resmi KPU RI, serta menghormati berbagai tahapan yang sesuai ketentuan.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Polisi seperti Tidak Mampu Tangani Begal

Minggu, 24 Mei 2026 | 06:05

Klub Milik Kaesang Turun Kasta

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:27

Hormati Ritual Haji, Trump Tunda Serang Iran

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:14

Jokowi Tak Pernah Diperiksa APH Meski Namanya Sering Disebut Pejabat Korupsi

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:11

Kritikan Anies ke Prabowo Bagai Oase

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:26

Terkecuali Amerika

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:14

Amien Rais: Jokowi Lapar dan Haus Kekuasaan

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:03

Wamen ESDM Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik Pascablackout di Sumatera

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:38

Publik Diajak Peduli Alam dan Satwa Lewat Kompetisi IAPVC 2026

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:32

Modus Aseng "Menaklukan" Aparat agar Tambang Ilegal Tak Tersentuh Hukum

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:01

Selengkapnya