Berita

Sri Lanka/Net

Jaya Suprana

Hentikan Terorisme!

SELASA, 23 APRIL 2019 | 06:55 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

21 APRIL 2019 bertepatan dengan Hari Kelahiran Ibu Kartini dan Ratu Elisabeth II dan Minggu Paskah, serangkaian bom bunuh diri menewaskan lebih dari 200 serta melukai lebih dari 450 sesama manusia di berbagai gereja dan hotel di Kolombo, Negombo, Batticaloa, Sri Lanka.

Alasanologi

Sri Lanka yang di dalam legenda Ramayana disebut sebagai Alengkadiraja kembali dilanda pertumpahan darah manusia yang dilakukan oleh sesama manusia. Mayoritas masyarakat Sri Lanka adalah umat Buddha sementara Hindu dan Nasrani merupakan minoritas.


Sebenarnya sejak lama mayoritas dapat hidup damai bersama minoritas di Sri Lanka apalagi Buddhisme sangat mengutamakan welas asih sambil sangat menghindari kebencian. Namun masalah kesenjangan sosial antara sang kaya dengan sang miskin diperuncing agitasi politik yang memicu kebencian sehingga memunculkan kecemburuan sosial yang memang sangat potensial sebagai alasan melakukan angkara murka kekerasan.

Terorisme

Indonesia berduka untuk Sri Lanka. Tragedi Paskah Sri Lanka menyadarkan umat manusia untuk berhenti mengaitkan terorisme dengan agama. Yang melakukan terorisme bukan agama namun manusia. Tragedi Paskah Srilanka membuktikan bahwa terorisme dapat dilakukan oleh siapa pun terlepas dari agama apa pun yang menganggap perilaku terorisme adalah benar.

Di Irlandia Utara, terorisme dilakukan oleh kaum Nasrani, di Paris, terorisme dilakukan oleh kaum Muslim, di India terorisme dilakukan oleh kaum Hindu, di Selandia Baru terorisme dilakukan oleh kaum yang tidak jelas beragama atau tidak, di Rohingnya dan Srilanka terorisme dilakukan oleh kaum Buddhis.

Maka marilah kita berhenti mengait-ngaitkan terorisme dengan agama agar kita dapat bersatupadu mengerahkan segenap daya lahir dan batin fokus untuk menghentikan terorisme menyengsarakan umat manusia!
Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Jawapos TV Tumbang, Televisi dan Radio Daerah Berguguran

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:24

UPDATE

Polda Metro Jaya Ajak Warga Manfaatkan Program Pemutihan Pajak hingga Akhir Agustus

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:11

IIW Indonesia 2026 Dorong Investasi dan Kolaborasi Industri Global

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:03

Indonesia dan Madagaskar Teken Dua Perjanjian Strategis

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:59

Sah! RUU P2SK Resmi Jadi UU, Purbaya Klaim Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:46

Pergantian Pimpinan BGN Harus Dibarengi Peningkatan Kualitas MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:44

ICW Khawatir Ada Intervensi di Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Proses Penyidikan ke Publik

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:37

Prabowo Pernah Minta BPKP Tak Ragu Usut Orang Dekat Sebelum Dadan Ditangkap

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:25

KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim dan Sejumlah Lokasi Lain

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:09

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Harus Gaul dengan Semua Negara

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:06

Rupiah-IHSG Ambruk, Pengamat: Pasar Lebih Percaya Data, Bukan Pidato Pemerintah

Kamis, 04 Juni 2026 | 10:51

Selengkapnya