Berita

Febri Diansyah/RM

Hukum

KPK Bakal Kembangkan Pengakuan Bowo Terima Duit Dari Mendag

SENIN, 22 APRIL 2019 | 19:55 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus melakukan pengembangan perkara suap distribusi pupuk antara PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) dan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) yang melibatkan politisi Golkar, Bowo Sidik Pangarso.

Jurubicara KPK Febri Diansyah menyebut pihaknya akan melakukan pengembangan terhadap semua perkara yang sedang didalami. Termasuk, pengakuan Bowo menerima uang sebesar Rp 2 miliar dalam pecahan dolar Singapura dari Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.   

"Pengembangan dalam semua perkara itu memungkinkan jika ada informasi yang kuat," katanya di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Jakarta, Senin (22/4).


Febri mengatakan, pengakuan seorang tersangka maupun saksi dalam sebuah perkara memerlukan konfirmasi dari fakta-fakta yang telah dikumpulkan oleh tim KPK.

"Semua keterangan saksi atau tersangka yang disamapaikan di luar pemeriksaan kami tidak tahu. Yang disampaikan di dalam proses penyidikan tentu akan dipelajari," kata Febri.

Namun begitu, kata Febri, KPK hingga malam ini belum memiliki jadwal untuk memeriksa Menteri Enggar.

"Belum ada jadwalnya setau saya sampai dengan malam ini. Kalau nanti ada saksi-saksi yang akan diperiksa akan kami informasikan," pungkasnya.

Bowo Sidik diduga menerima sejumlah fee dari kerjasama pengangkutan pupuk antara PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) dan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog).

Dalam kasus ini, KPK turut mengamankan uang sebesar Rp 8 miliar yang dikumpulkan Bowo atas kasus dugaan suap tersebut. Diduga Bowo akan menggunakan uang yang sudah dirapikan dalam 400 ribu amplop itu untuk serangan fajar pemilu.

Selain Menteri Enggar, Bowo turut menyebut nama Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid yang juga Badan Pemenangan Pemilu Partai Golkar terlibat dalam kasus ini.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya