Berita

Hendri Satrio/Net

Politik

Semakin Jelas Yang Bertarung Keamplopan Vs Keumatan

SELASA, 16 APRIL 2019 | 08:42 WIB | LAPORAN:

Memasuki masa tenang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan serangan fajar atau politik uang terjadi di hampir semua wilayah Jawa Timur.

Pengamat politik Hendri Satrio memberi perumpamanan untuk fenomena politik uang ini. Hendry menyebutnya sebagai radikalisme demokrasi.

"Gini, sekarang itu memang akhirnya yang bertarung di lapangan keamplopan vs keumatan. Keamplopan itu gimana? Ini mengandalkan suara dari amplop-amplop yang diberikan kepada masyarakat, beli suara, inilah yang disebut radikalisme demokrasi. Sebetulnya ini harus ditinggalkan," jelasnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (16/4).


Lain halnya dengan keumatan, menurut Hendri, tidak mempedulikan amplop. Mereka ini yakin pada pemimpinnya.

"Nah kalau keumatan ini jelas mereka-mereka percaya dalam memilih pemimpin. Sehingga tidak perlu diberikan amplop-amplopan, kalau dikasih amplop mereka sumbang lagi ke pemimpin yang mereka inginkan," jelasnya.

Itu sebabnya, di H-1 pemungutan suara Rabu (17/4), masyarakat pemilih harus mewaspadai politik uang.

"Janganlah amplop-amplop, ini money politics, ini adalah radikalisme demokrasi yang sesungguhnya," pungkasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya