Berita

Pengamat politik Ray Rangkuti/RMOL

Politik

Antrian Panjang Di TPS Luar Negeri Jangan Sampai Terjadi 17 April Nanti

SELASA, 16 APRIL 2019 | 00:15 WIB | LAPORAN:

Antusiasme warga negara Indonesia dalam menggunakan hak suara terasa meningkat pada Pemilu 2019.

Tapi dalam perjalanannya masih ada kekurangan yang harus segera dievaluasi oleh Komisi Pemilihan Umum.

Pengamat politik Ray Rangkuti menyikapi beberapa kejanggalan, terlebih adanya antrian panjang di tempat pemungutan suara (TPS) di beberapa negara.


"Terjadi antrian yang cukup panjang untuk dapat mempergunakan hak pilih. Sebagian kota tetap dapat dilaksanakan tapi sebagian kota yang lain ditutup sesuai dengan jam yang ditentukan. Tapi akibatnya banyak warga yang tidak dapat mempergunakan hak pilihnya," jelasnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (15/4).

Banyak asumsi muncul pihak KPU belum mampu mengantisipasi antusiasme masyarakat dalam mencoblos. Kebanyakan masyarakat yang mencoblos di luar negeri adalah pekerja da mahasiswa.

Ray mengkhawatirkan kejadian itu juga terjadi di Indonesia. Itu sebabnya KPU harus segera berbenah.

"Soal netralitas penyelenggara juga menyeruak. Warga yang tidak terlayani merasa dipersulit untuk dapat mempergunakan hak pilihnya. Menangkap sinyal itu KPU sebaiknya segera berbenah. Hal yang sama sangat mungkin terjadi di Indonesia," jelas Ray yang juga direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima).

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya