Berita

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo/Net

Politik

Polri Dan PDRM Malaysia Join Investigasi Soal Surat Suara Tercoblos

SENIN, 15 APRIL 2019 | 17:59 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Polisi Diraja Malaysia (PDRM) tengah melakukan join investigasi untuk mengungkap kasus surat suara yang telah dicoblos paslon nomor urut 01 yang terjadi di Malaysia.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menyampaikan, dalam kegiatan join investigasi itu, Polri bertugas membantu jika ada atau dokumen-dokumen serta keterangan yang dibutuhkan dalam rangka penguatan investigasi terhadap suatu peristiwa yang dilaporkan.

“Adapun secara full yang paling berkompeten menangani kasus itu karena locus, tempusnya di Malaysia, maka PDRM yang berkompeten,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Senin (15/4).


Sejauh ini, sejumlah pihak telah dimintai keteranganya dalam rangka membuat perkara surat suara tercoblos terang benderang. Dalam kasus ini, kata Dedi, Bawaslu yang menjadi leading sektornya.

“Kita enggak punya kewenangan apa-apa, kita harus menghargai hukum di negara lain. Kenapa kemarin KPU dan Bawaslu belum boleh masuk ke TKP yang sudah di-police line? Karena itu untuk kepentingan investigasi, sesuai SOP,” jelas mantan Wakapolda Kalimantan Tengah ini.

Apabila proses investigasi dari PDRM telah selesai, KPU dan Bawasu baru diizinkan masuk TKP.

“Bawaslu yang dikedepankan apakah ini tindak pidana pemilu atau pelanggaran pemilu, gakkumdu pusat dan Bawaslu sudah ke sana dan masih menunggu hasil investigasi PDRM,” pungkas Jenderal bintang satu ini.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya