Berita

Fifi-Prabowo/Net

Politik

Adik Ahok: Pemimpin Sejati Berhati Besar, Bapak Prabowo Pilihan Terbaik

SENIN, 15 APRIL 2019 | 16:48 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Advokat Fifi Lety Tjahaja Purnama mengaku baru saja bertemu dengan calon presiden Prabowo Subianto.

Adik mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ini memposting fotonya bersama Prabowo di akun Instagram @fifiletytjahajapurnama, Senin (17/4).

Fifi terlihat mengenakan baju hitam dengan corak dipadu celana panjang warna putih, sementara Prabowo tampil dengan kemeja lengan panjang putih yang dipadu dasi merah serta celana panjang hitam.


Di caption foto, Fifi menulis, memasuki minggu tenang Pemilu 2019, daripada saling menuduh dan mencacimaki, mari membangun kembali kasih persaudaraan antar anak bangsa.

Hilangkan kebencian, dendam dan cacimaki lalu penuhi dengan kasih dan saling menghargai dan menghormati pilihan menurut hati nurani masing-masing, karena kita adalah Indonesia.

"Adalah anugerah yang luar biasa dan merupakan suatu kehormatan bisa bertemu kembali dengan Bapak Prabowo Subianto, sosok pemimpin berhati besar," kata Fifi.

Jelas dia, Prabowo sudah membuktikan kecintaannya atas Indonesia, NKRI dan Pancasila dengan tidak membedakan dan merangkul semua anak bangsa.

"Masih sangat membekas dalam ingatan saya pada saat semua mata tertuju kepada Pilgub DKI Jakarta 2012. Dimana tidak ada seorang pun yang percaya dan berani mengangkat "double minoritas" yang partainya sendiri tidak berani, tetapi Bapak Prabowo dengan yakin memberikan dukungan penuh pasang badan dengan segala resikonya sampai bisa sukses terpilih memimpin Jakarta," sebut Fifi.

"Bukti Beliau pemimpin sejati berhati besar karena berani mengangkat pemimpin Jakarta, karena beliau percaya untuk menjadi pemimpin yang baik, kompetensi, integritas dan karakter negarawan sejati adalah hal yang utama. Bagi saya beliau adalah pemimpin pilihan terbaik," lanjut dia.

Masih kata Fifi, melalui kebesaran hati Prabowo, dia percaya akan ada rekonsiliasi dan pemulihan bangsa karena semua bisa dirangkul oleh ketum Gerindra itu untuk yang terbaik seperti yang sudah terbukti di tahun 2012.

"Segala sesuatu yang dimulai tahun 2012 dengan baik seharus dipersatukan kembali di 2019. Dalam kedamaian dan cinta kasih Indonesia tidak terpecah belah, Indonesia bersatu dalam damai. Healing for the nation. Always look to future & not look for the past. Tanggal 17 biarlah menjadi hari permulaan yang baik penuh dengan damai dan kasih #forlovingindonesia. Yang terbaik terjadi buat bangsa ini," tutupnya.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

UPDATE

Ini Penyebab Menteri KKP Pingsan Saat Pimpin Upacara Pelepasan Korban Pesawat ATR

Minggu, 25 Januari 2026 | 12:09

War Tiket Kereta Lebaran Rentan Dimanfaatkan Calo

Minggu, 25 Januari 2026 | 11:27

Pencabutan HGU Sugar Group Pulihkan Wibawa Negara

Minggu, 25 Januari 2026 | 11:18

Menteri KKP Pingsan di Tengah Upacara Pelepasan Korban Pesawat ATR

Minggu, 25 Januari 2026 | 11:03

Bom Bunuh Diri Guncang Pesta Pernikahan di Pakistan, Tujuh Tewas

Minggu, 25 Januari 2026 | 10:51

Iran Tak Bisa Diruntuhkan Lewat Tekanan Politik hingga Mobilisasi Massa

Minggu, 25 Januari 2026 | 10:45

Sebagian Wilayah Jakarta Masih Terendam Banjir

Minggu, 25 Januari 2026 | 10:23

KPK Hormati Upaya Praperadilan Sekjen DPR Indra Iskandar

Minggu, 25 Januari 2026 | 10:15

Pemerintah Didesak Turun Tangan Atasi Banjir di Jalan Tol

Minggu, 25 Januari 2026 | 09:33

Trump Ultimatum Kanada: Dagang dengan Tiongkok Dibalas Tarif 100 Persen

Minggu, 25 Januari 2026 | 09:17

Selengkapnya