Berita

Jumpa pers di Kantor Kemenkopolhukam/RMOL

Politik

Perintah Wiranto: Cari Dan Temukan Pengacau Pemilu, Jangan Sampai Terlambat!

SENIN, 15 APRIL 2019 | 13:50 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Perintah tegas diberikan Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Jenderal (purn) TNI Wiranto kepada aparat penegak hukum selama jelang Pemilu Serentak 2019.

Wiranto meminta kepada aparat keamanan untuk menindak tegas setiap potensi pihak-pihak yang berupaya mengacaukan pemilu.  

“Cari, temukan, dan netralisir dengan segera. Jangan sampai kita terlambat,” kata Wiranto di kantornya, Senin (15/4).


Untuk mencegah itu, ada beberapa hal yang harus dilakukan di lapangan. Pertama, jelas Wiranto, beri ruang bagi pemilih untuk dapat berangkat dari rumah ke TPS dan melaksanakan pemilihan dengan bebas tanpa tekanan.

Kemudian, yang kedua, bantu penyelenggara pemilu jika ada sesuatu yang masih kurang dalam proses pemungutan suara. Lalu yang ketiga, pasang mata dan telinga, netralisasi setiap indikasi yang mengganggu pemilu, terutama di TPS yang ada.

“Atasi sebelum mereka melaksanakan kegiatan yang mengganggu pemilu dan pemilih,” tekan dia.

Keempat, sambung Wiranto, kawal mobilisasi dan perhitungan suara secara ketat, untuk menghindari kecurangan-kecurangan yang dapat mengganggu jalannya perhitungan suara.

“Kelima, jaga netralitas sebagai aparat keamanan yang baik dan terpercaya,” pungkasnya.

Mantan Panglima ABRI ini menambahkan, aparat harus memegang teguh motto bahwa mengamankan pemilu adalah suatu kehormatan.

“Pemilu sukses merupakan kebanggaan untuk kita sebagai bangsa,” demikian Wiranto.

Turut hadir dalam jumpa pers ini, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menkominfo Rudiantara, Mendagri Tjahjo Kumolo, Kepala BIN Jenderal (purn) Budi Gunawan, Jaksa Agung HM Prasetyo, Ketua KPU Arief Budiman, dan Ketua Bawaslu Abhan.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya