Berita

Mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama/Net

Politik

Berjasa Besar, Ahok Seharusnya Hargai Peran PIB

SENIN, 15 APRIL 2019 | 03:20 WIB | LAPORAN:

Pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang mendiskreditkan peran Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PIB) amat disayangkan.  

Pasalnya, PIB merupakan kendaraan politiknya sewaktu awal terjun ke dunia politik.

Pengamat politik Abi Rekso yang juga memahami portofolio politik Ahok menyanggah pernyataan tersebut.


"Ahok itu tidak pantas merendahkan peranan Partai PIB. Biar bagaimanapun PIB adalah rumah awal sekaligus pintu gerbang politik untuk dirinya. Haram hukumnya menghujat rumah lama kita," tuturnya kepada wartawan, Minggu (14/4).

Abi menjelaskan bahwa Ahok dibawa oleh seorang tokoh Bangka masuk ke PIB. Tumpak Sitorus, salah satu pendiri PIB turut memperkuat posisi Ahok di PIB yang ketika itu dipimpin Dr. Sjahrir.

Dia juga membantah jika dikatakan PIB menggerus PDI Perjuangan di Belitung Timur. Peralihan suara Ahok di tingkat DPRD II Belitung Timur bukanlah migrasi pemilih PDIP. Menurutnya, migrasi berasal dari pemilih Partai Golkar yang basis pemilihnya di Belitung Timur cukup kuat.

"Sebaiknya Ahok belajar menghargai peran Partai PIB dalam perjalanan politiknya. Tanpa PIB, Ahok tidak pernah meniti karir politik di posisi sekarang karena pernyataan itu membuat pendiri PIB tersinggung," papar Abi.

Dalam sebuah pernyataan video blog di akun Youtube Panggil Saya BTP, Ahok menegaskan sikap politiknya menjelang pemungutan suara Pemilu 2019 dengan bergabung bersama PDIP.

Vlog yang diunggah Sabtu (13/4) dengan judul 'Kenapa Saya Memilih PDI Perjuangan' Ahok justru mendiskreditkan peran Partai PIB. Ahok merasa aktivitas politiknya sewaktu di PIB hanya merusak agregat suara PDIP, dia juga merasa menyesal pernah bergabung dengan PIB sewaktu di Belitung Timur.  

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya