Berita

Wakil Ketua TKN Arsul Sani/RMOL

Politik

Di Masa Tenang TKN Minta Jajarannya Tidak Lakukan Provokasi

SENIN, 15 APRIL 2019 | 03:09 WIB | LAPORAN:

Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Maruf Amin meminta partai politik pendukung tidak melakukan provokasi dalam masa tenang sebelum pemungutan suara 17 April.

"Baik dari partai politik maupun dari relawan untuk bisa tiga hari tenang ini benar-benar menjaga ketenangan. Tidak melakukan postingan-postingan di media sosial yang memprovokasi pihak yang sebelah pasangan kosong dua," jelas Wakil Ketua TKN Arsul Sani di Rumah Cemara, Jakarta, Minggu (14/4).

Pihaknya juga mengimbau hal yang sama kepada kubu pasangan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk tidak melakukan provokasi.


"Kalau ada provokasi terutama di medsos maka teman-teman elemen pendukung kosong satu tidak usah terpancing dan emosional. Yang penting tetap bekerja menyiapkan diri untuk menyaksikan proses pemungutan suara 17 April," papar Arsul.

"Meskipun tidak menjadi saksi resmi tapi nanti proses penghitungan suara itu juga terbuka. Maka disaksikan bersama-sama dicatat dan kemudian dilaporkan. Insya Allah itu akan bermanfaat," lanjutnya.

Di masa tenang, TKN melakukan monitoring pelaksanaan pemungutan suara di berbagai kota di luar negeri.

"Kita lakukan monitoring pelaksanaan pemungutan suara di berbagai kota di luar negeri seperti yang kami lakukan sejak hari ini. Karena ini hari terakhir di beberapa kota sehingga memang harus stand by untuk juga menerima pengaduan keluhan dari berbagai masyarakat," demikian Arsul.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya