Berita

UAS/Net

Politik

HMI Desak Otak Fitnah Terhadap UAS Diusut

MINGGU, 14 APRIL 2019 | 22:52 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Serangan fitnah melalui media sosial yang dialamatkan kepada pendakwah kondang Ustadz Abdul Somad menyita perhatian publik.

Ketua bidang Partisipasi Pembangunan Daerah HMI Cabang Jakarta Pusat Utara, Fadli Rumafeking bahkan mendesak aga aktor fitnah diusut oleh penegak hukum.

"Penegak hukum harus segera mengusut tuntas otak intelektual di balik fitnah keji yang ditujukan kepada Ustaz Abdul Somad," ujar Fadli dalam keterangan yang diterima Minggu (14/4).


Fitnah kepada Abdul Somad muncul dari twit sematan di akun @saiddidu milik mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu yang diretas orang tidak bertanggung jawab.

Disebutkan peretas dalam akun tersebut, Ustaz Abdul Somad atau UAS mendapat hadiah rumah dari Prabowo yang terletak di Dusun Rimbo Panjang, Kecematan Tambang, Kabupaten Kampar Riau. Rumah itu disebut sebagai imbalan kepada UAS untuk mendukung Prabowo.

Perihal kejadian tersebut, Fadli menegaskan saat ini elite politik di Indonesia tengah mempraktikkan pepatah klasik dunia politik, yaitu homo homini lupus atau manusia adalah serigala bagi sesamanya. Utamanya, yang dianggap berbeda akan dimangsa.

"Hal ini terlihat jelas, ketika ada warga negara yang mempunyai pendapat dan pilihan yang berbeda langsung dicap dan jadikan mangsa politik. Terlepas dari sikap dan dukungan politiknya UAS kepada paslon 02," jelasnya.

Terlepas apapun kondisi dan pilihan politik, Fadli menegaskan fitnah kepada ulama seperti UAS yang dikenal ramah dan menyatukan perbedaan, tidaklah bisa dimaafkan.

"Fitnah yang ditujukan kepada beliau selalu tokoh agama telah mencederai nilai-nilai Pancasila dan demokrasi kita," pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya