Berita

Gedung Bawaslu/Net

Politik

DKPP Dan Bawaslu Harus Tindak Komisioner Bawaslu Papua Barat

SABTU, 13 APRIL 2019 | 14:08 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) diminta mengambil tidakan tegas terhadap Komisioner Bawaslu Papua Barat, Alfredo Ngamelubun yang sudah menjadi tersangka tipikor di Kejaksaan Tinggi Papua.

"Sebagai rumah besar masyarakat adat Papua, kami mempertanyakan kinerja Bawaslu dan DKPP. Masa orang berstatus tersangka masih dibiarkan memimpin Bawaslu," kata Ketua Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay (Papua Barat), Mananwir Paul Finsen Mayor, Sabtu (13/4).

Kalau kondisi ini terus dibiarkan, lanjut Paul, akan mencederai proses pemilu yang sangat menjunjung tinggi etika dan moral.


Mantan sekretaris dan bendahara Bawaslu Papua Barat sudah ditahan dan disidangkan, kenapa mantan ketua yang sekarang menjadi komisioner Bawaslu dibiarkan tetap kerja, menikmati gaji dan fasilitas negara.

"Ini sangat memprihatinkan sekali," ujar Paul dalam keterangannya di Jakarta.

Lebih jauh Paul menambahkan bahwa masyarakat adat Papua Barat sudah mengirim surat ke DKPP dan Bawaslu tetapi sampai saat ini belum ada tanggapan. Termasuk juga sudah beberapa kali melakukan aksi demo ke Kejaksaan Tinggi Papua.

"Ini patut dipertanyakan, kenapa DKPP dan Bawaslu terkesan sengaja membiarkan kasus ini berlarut-larut. Padahal pemilu tinggal beberapa hari lagi," tutupnya.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Pentagon Ungkap Biaya Perang Iran: 6 Hari Tembus Rp190 Triliun

Kamis, 12 Maret 2026 | 08:11

Pasar 1001 Malam: Strategi Kemenko PM Berdayakan UMKM dan Bantu Penyintas Bencana

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:58

Harga Emas Dunia Turun Tertekan Sentimen Suku Bunga

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:47

Dukung PP TUNAS, Kemenag Siapkan Kurikulum Etika Digital dan Santri Mahir AI

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:23

Pasar Eropa Terkoreksi, Saham Rheinmetall Anjlok 8 Persen

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:14

IEA Sepakat Lepas 400 Juta Barel Cadangan Minyak

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:01

Hari Ini Yaqut Cholil Dipanggil KPK sebagai Tersangka

Kamis, 12 Maret 2026 | 06:49

Rampai Nusantara Ajak Publik Optimistis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 12 Maret 2026 | 06:42

Amr bin Ash Pembuka Gerbang Benua Afrika

Kamis, 12 Maret 2026 | 06:00

Kader Gerindra Ujung Tombak Mendukung Program Prabowo

Kamis, 12 Maret 2026 | 05:52

Selengkapnya