Berita

Masyudulhak-MS Kaban/Net

Politik

Waketum PBB: Yusril Bisa Dilengserkan Dari Jabatan Ketum

SABTU, 13 APRIL 2019 | 09:55 WIB | LAPORAN:

. Buntut dari dukungan kepada paslon petahana Jokowi-Maruf pada Pilpres 2019, Yusril Ihza Mahendra bisa dipecat dari jabatannya selaku ketua umum Partai Bulan Bintang (PBB).

Pasalnya, keputusan Yusril tersebut dinilai sebagai keputusan sepihak dan tidak sejalan dengan keputusan Majelis Dewan Syuro PBB yang diketuai oleh Malam Sabat (MS) Kaban yang bulat mendukung palon 02 Prabowo-Sandi.

Demikian dikatakan Wakil Ketua Umum PBB Masyudulhak kepada wartawan di Jakarta, Jumat malam (12/4). Bersama Masyudulhak hadir pula Ketua Dewan Syuro PBB MS Kaban.


"Dukungan Yusril kepada pasangan capres-cawapres nomor urut 01 itu tidak sejalan dengan sikap MS Kaban selaku Ketua Majelis Syuro PBB," kata Masyudulhak.

Nah, terkait dukungan tersebut,  dia menegaskan, Majelis Syuro PBB akan menjatuhkan sanksi kepada Yusril, karena bertindak secara sepihak tanpa melibatkan kader serta pengurus partai.

"Kalau soal pecat memecat itu masalah gampang, sekarang juga bisa kita pecat (Yusril). Persoalannya sekarang masih dalam kondisi Pilpres, kita tunggu saja nanti," ujar Masyudulhak.

Majelis Syuro PBB menurutnya sesungguhnya memiliki kewenangan untuk merekomendasikan pemecatan terhadap Yusril. Tentu, hal itu berdasarkan AD/ART partai.

"Ketua Majelis Syuro punya kewenangan melakukan pemecatan, hal itu bisa dilihat dalam AD/ART. Pak ketua (MS Kaban) bisa tandatangani serta seluruh pengurus pimpinan pusat," demikian Masyudulhak.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya