Berita

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno/Net

Politik

Delapan Janji Ekonomi Prabowo-Sandi

JUMAT, 12 APRIL 2019 | 22:46 WIB | LAPORAN:

Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno menawarkan sedikitnya delapan janji ekonomi untuk memperbaiki perekonomian Indonesia.

Delapan janji ekonomi itu disampaikan oleh Ekonom Senior Rizal Ramli dalam Pidato Kebangsaan Indonesia Menang di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/4).

Janji pertama yang ditawarkan Prabowo adalah pertumbuhan ekonomi rata-rata delapan persen tahun 2020-2024. "Dengan terobosan yang inovatif, dan kebijakan makro ekonomi yang lebih stimulatif," terangnya.


Meningkatkan daya beli rakyat, disebut RR sebagai janji ekonomi Prabowo-Sandi yang kedua. Sejumlah cara akan dilakukan untuk mewujudkan janji ini, seperti menurunkan tarif listrik 900 VA dan 450 VA, menurunkan harga pangan, hingga menaikkan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) lebih tinggi dari inflasi.

"Membangun satu juta perumahan untuk rakyat dan membangkitkan sektor real estate," lanjut RR mengenai janji ekonomi Prabowo-Sandi ketiga.

Menurutnya, terwujudnya janji ketiga itu mampu menciptakan tambahan 3,5 juta lapangan kerja, baik langsung maupun tidak langsung. Tak hanya itu, ia juga mengklaim janji ketiga akan menyumbang pertumbuhan ekonomi hingga 1,5 persen per tahun.

"Mencapai kedaulatan pangan, kedaulatan keuangan, kedaulatan energi dan air untuk rakyat se-maksimum mungkin, dan dengan all-out," lanjut RR mengenai janji ekonomi Prabowo-Sandi keempat.

Dalam janji kelima, Prabowo-Sandi akan mengubah strategi menarik investasi asing. Pasalnya, RR menyebut strategi yang diterapkan pemerintahan Joko Widodo saat ini tidak cukup berhasil menggaet investor asing.

"Pemerintahan Prabowo Sandi akan ganti strategi, genjot dulu pertumbuhan ekonomi 8%, tidak perlu ngemis sini ngemis sana, (investor)yang tidak datang, akan merugi sendiri," tandasnya.

Sektor industri menjadi fokus keenam Prabowo-Sandi di bidang ekonomi. Menurut RR, sektor ini sangat berpengaruh pada ketersediaan lapangan pekerjaan bagi rakyat.

Pemerintahan Jokowi, sebut RR, gagal mewujudkan percepatan industri. Pasalnya, industri hanya tumbuh empat persen, atau lebih kecil dari pertumbuhan ekonomi.

"Tidak aneh pekerjaan susah dan upah mandek. Prabowo-Sandi akan percepat industrialisasi dengan strategi yang jelas untuk meningkatkan daya saing produksi Indonesia," tegasnya.

Prabowo-Sandi juga memberikan perhatian khusus terkait kedaulatan pangan. RR menjelaskan, dalam fokus ini pemerintahan baru akan mengubah sistem kartel-cum-quota impor yang dinilai sebagai sumber korupsi besar, menjadi sistem tarif yang juga berfungsi melindungi petani Indonesia.

Dalam hal pangan, imbuhnya, Prabowo-Sandi juga akan mengupayakan pembangunan satu juta sawah padi baru, satu juta kebun jagung baru, setengah juta ladang tebu baru, serta reforestrasi jutaan hektar lahan.

"Tapi yang paling penting, Prabowo-Sandi komit untuk laksanakan 'Kebijakan Pro-Tani' sehingga menjadi petani untung dan makmur, melalui 'pendapatan petani naik 2 kali lipat dalam 5 tahun'," tandasnya.

Janji kedelapan Prabowo-Sandi adalah mewujudkan iklim demokrasi yang lebih amanah dan bertanggung jawab. Hal ini, sebutnya, akan diwujudkan dengan pembiayaan partai politik.

"Membenahi hukum, sehingga kebocoran anggaran sebesar 2000 Trilliun (dari pengeluaran dan potensi penerimaan KPK)  bisa dihapuskan dan  digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat," pungkas Rizal Ramli.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya