Berita

Prabowo Subianto dan Ustaz Abdul Somad/Net

Politik

Pertemuan UAS Dan Prabowo Tsunami Politik Bagi Jokowi

JUMAT, 12 APRIL 2019 | 20:21 WIB | LAPORAN:

Pertemuan pendakwah kondang Ustaz Abdul Somad atau UAS dengan calon presiden Prabowo Subianto pada Kamis kemarin (11/4) menuai perhatian publik.

Pengamat politik Jajat Nurjaman menilai, pertemuan keduanya menjelang peungutan suara 17 April bukan pertemuan biasa. Terdapat sejumlah hal yang bisa jadi catatan dari pertemuan.

Pertama, UAS dapat dikatakan sebagai representasi para pemilih yang selama ini belum menentukan pilihan. Akhirnya menjatuhkan pilihannya setelah betul-betul mendalami dan mencari tahu siapa yang terbaik di antara dua capres.


"Konsekuensi logis dari dukungan UAS kepada Prabowo yaitu semakin memperbesar jarak ketertinggalan Jokowi dari Prabowo karena rekaman pertemuan tersebut menegaskan dukungan UAS kepada Prabowo. Selain itu, tentu dukungan UAS semakin memperkuat soliditas kubu penantang," papar Jajat kepada wartawan, Jumat (12/4).

Menurutnya, pertemuan UAS dan Prabowo berpotensi menurunkan angka golput di Pilpres 2019. Mereka yang tadinya ragu untuk memilih atau belum punya pilihan akhirnya memutuskan ikut UAS.

"Ulama sekaliber UAS ini bukan tokoh biasa, kita ketahui beliau sangat jauh dari hiruk pikuk politik nasional. Kami melihat gamblangnya UAS dalam memberikan dukungan pada Prabowo seolah memberikan petunjuk pada masyarakat yang ragu untuk memilih atau belum menentukan pilihan. Ada sebuah pesan dahsyat ke masyarakat sebagai respon situasi kebangsaan di tengah gejolak seperti sekarang ini," terang Jajat.

Perihal alasan UAS baru muncul sekarang, Jajat melihat hal itu bisa dimaknai sebagai sebuah sinyal bahwa masyarakat harus siaga. Karena dalam beberapa waktu belakangan terjadi semacam keresahan masyarakat soal banyaknya pihak yang mencoba menodai pesta demokrasi dengan melakukan kecurangan.

"Pertemuan ulama kharismatik tersebut adalah gelombang tsunami politik bagi capres petahana Joko Widodo," ujarnya.

Terlebih, dalam sejumlah riset survei, elektabilitas petahana sudah tergerus di bawah Prabowo sebagai penantang.

"Dengan situasi seperti sekarang bukan tidak mungkin elektabilitas Prabowo-Sandi semakin jauh meninggalkan Pak Jokowi. Tapi apapun itu, kita semua berharap gelaran demokrasi tetap berlangsung sejuk, damai dan jujur demi kualitas demokrasi kita bersama," tandas Jajat yang juga direktur eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID).


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya