Berita

Rendhika D Harsono/Dok

Rendhika D Harsono Yakin DKI Masih Kuat Pemilih PPP

JUMAT, 12 APRIL 2019 | 14:22 WIB | LAPORAN:

RMOL.  Pemungutan suara Pemilu 2019 kurang dari sepekan lagi.

Pada perhelatan tersebut, rakyat Indonesia akan memilih capres-cawapres, serta wakilnya di DPR, DPRD dan DPD RI untuk lima tahun ke depan.

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebagai salah satu kontestan Pemilu, optimistis umat muslim di Jakarta tetap mendukung partai berlambang Kabah itu.


"Saya berkeyakinan kuat kalau umat muslim di Jakarta akan mendukung PPP. Sebab sebagai partai petahana,  PPP sudah teruji membela kepentingan mereka, " kata caleg DPR dari PPP dapil DKI 2, Rendhika D Harsono di Jakarta, Jumat (12/4).

Menurut dia, salah satu sikap konsisten PPP membela kepentingan umat adalah mendorong lahirnya UU yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam seperti RUU Anti Minuman Keras (Miras).

"Sejak 2012 sekaligus merupakan tiga fraksi di DPRD DKI pertama yang mendukung Pemprov DKI menjual saham bir di PT Delta," kata Rendhika.

Selain itu,  dia melanjutkan, secara kultural PPP dan DKI Jakarta tidak bisa terpisahkan. Selama ini, Jakarta merupakan salah satu lumbung suara PPP. Namun diakuinya, perolehan suara mulai tergerus oleh praktek pragmatisme.

"Dahulu wilayah Jakarta merupakan salah satu dari tiga provinsi yang pernah dihijaukan oleh PPP di tahun 1977. Jadi wajar kalau masyarakat selalu menyalurkan aspirasinya ke PPP. Mereka tidak ingin coba-coba ke partai lain," imbuhnya.

Rendhika pun sesumbar partainya akan mengoreksi prediksi akan terpuruk di Jakarta. Dia menegaskan,  prediksi-prediksi seperti itu selalu muncul jelang pelaksanaan Pemilu pasca reformasi.

"Mereka tidak tahu bahwa tidak semuanya masyarakat berfikir pragmatisme, masih banyak basis PPP yang loyal dan tidak akan pindah ke partai lain dalam kondisi apapun," tegas Rendhika.

Jelang pemungutan suara, kata Rendhika lagi, para kader dan loyalis PPP semakin gencar melakukan konsolidasi untuk memastikan peraihan suara dukungan.

"Wilayah PPP tetap dominan PPP," pungkasnya. 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya