Berita

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri/Net

Hanif Dhakiri Pesan Empat Hal Kepada CPNS Kemnaker

RABU, 10 APRIL 2019 | 10:59 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

. Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri memberikan pengarahan kepada 277 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kemnaker saat membuka pelatihan dasar CPNS di ruang Serbaguna Kemnaker Jakarta, Senin (8/4) lalu.

Menaker Hanif meminta kepada para CPNS agar  mengikuti pelatihan dasar untuk  memperkuat karakter, profesionalisme, inovasi, dan memperkuat kerja sama atau kolaborasi dalam bekerja.

"Adik-adik harus memperkuat karakter diri, baik karakter moral maupun kinerja. Termasuk di dalamnya kecintaan terhadap tanah air, masalah nasionalisme," kata Menaker Hanif.


Menaker juga mengingatkan kepada 277 CPNS agar memiliki karakter yang kuat yaitu karakter moral, yakni berupa kejujuran, dipercaya, integritas dan karakter kinerja yakni disiplin, ulet, pantang menyerah, semangat dan antusias.

Kedua, masalah profesionalisme, dulu birokrasi memiliki tipe berbeda dari masa ke masa. Tapi seiring perkembangan zaman, birokrasi harus tampil sebagai pelayan masyarakat. Artinya harus berbuat sebaik-baiknya untuk bisa mendelivered kebijakan-kebijakan itu secara cepat.

"Di tengah dunia yang penuh persaingan ini, pertarungan yang terjadi bukan yang kuat dengan yang lemah, bukan pintar dengan yang tidak pintar. Tapi pertarungan antara yang cepat dengan yang tidak cepat, " ujarnya.

Ketiga, menghadapi tantangan di luar yang terus berubah sangat cepat, Hanif mendorong CPNS harus memperkuat inovasi untuk menghadapi perkembangan teknologi yang massif. PNS harus bekerja dengan kreativitas, penuh inovasi dan berkolaborasi.

"Bekerja dengan inovasi, kolaborasi dan pemanfaatan teknologi , membuat kita bisa responsif terhadap perubahan. Kalau anda tak responsif, anda lewat, kalau instansi tak responsif, kita lewat dan tak relevan. Kita betul-betul tak dibutuhkan orang," ujarnya.

Meghadapi dinamika perubahan yang sangat cepat, salah satu cara melakukan inovasi, CPNS harus berani keluar dari zona nyaman, keluar dari rutinitas. "Saya minta adik-adik keluar dari rutinitas, menjadi pribadi yang kreatif dan inovatif. Sebab kenyamanan selama ini tidak melahirkan inovasi. Saya minta," katanya.

Keempat, Hanif juga berpesan agar CPNS memperkuat kerja sama dan kolaborasi. Kepandaian intelektual tak ada artinya bagi CPNS, jika tak mampu bekerja sama dan berkolaborasi di dunia birokrasi. "Kolaborasi sangat penting, jangan sampai selfish, atau menjadi pribadi-pribadi yang tidak bisa bekerja sama dengan orang lain, " kata Hanif.

Di akhir sambutan, Hanif Dhakiri mengatakan Kemnaker memiliki kewajiban untuk memastikan bonus demografi menjadi berkah, bukan menjadi bencana.

"Berkah, kalau SDM dipenuhi anak-anak muda yang memiliki soft skill kuat dan hard skill yang baik. Mereka kompetensi, inovasi dan terobosan yang bagus agar membuat daya saing Indonesia menjadi lebih baik dibanding negara-negara lain," katanya.

Sementara Khairul Anwar mengatakan diklat dasar merupakan program wajib bagi CPNS dengan metode baru e-learning. Yakni konsep eksosistem yang mendorong partisipasi aktif dari para peserta, yang nantinya akan berdampak positif dalam pencapaian hasil pembelajaran.

"CPNS akan dibekali hard skill, dan soft skill. Hard skill terkait dengan pemahaman mendasar tugas dan fungsi di lingkungan kemnaker. Soft skill lebih kepada pentingnya penguatan karakter karena menjadi bekal kita semua dalam menjalankan aktivitas di dunia kerja," ujarnya.

Pembukaan pelatihan dasar 277 CPNS dihadiri oleh Sekjen Khairul Anwar, Dirjen Binalattas Bambang Satrio Lelono, Dirjen Binwasnaker dan K3 Sugeng Priyanto, Dirjen Binapenta PKK Maruli A. Hasoloan, Kepala Biro Kepegawaian Tri Retno Retnaningsih dan Direktur persyaratan Kerja Siti Juanedah, Kepala Pusdiklat Kemnaker Elsie Armaita.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Negeri Para Bocil

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:14

DPR Tidak Boleh Hadapi Pendemo dengan Pendekatan Keamanan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:02

Tak Benar Yayasan Syarif Hidayatullah Berkonflik dengan UIN Jakarta

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:45

Desil DTSEN Tak Boleh Merugikan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:34

Beban Kesehatan Karhutla Tembus Rp120 Triliun

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:22

Pejabat Jangan Merasa Sok Tahu Persoalan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:12

Jokowi seperti Gelisah dengan Pernyataan Budi Arie

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:28

Dinas Perumahan Harus Bergerak Cepat Tuntaskan Masalah Warga Taman Rasuna

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:16

Naik Motor dari Indramayu, Konten Kreator Ini Semangat Ikut Demo di DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:00

Polri Kumpulkan Donasi Rp12,6 Miliar untuk NTT

Kamis, 27 Agustus 2026 | 03:46

Selengkapnya