Berita

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan/Net

Dunia

Partai AK Kalah Tipis Di Istanbul, Erdogan: Ada Kecurangan Terorganisir

SELASA, 09 APRIL 2019 | 00:12 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membela rencana partainya untuk menuntut penghitungan ulang suara dalam pemilihan walikota di Istanbul.
 
Erdogan mengklaim bahwa hampir seluruh proses pemilihan itu dinodai oleh penyimpangan.
 
Langkah ini diambil setelah Partai Keadilan dan Pembangunannya (AK) di mana Erdogan bernaung, mengalami kemunduran besar dalam pemilihan lokal pekan lalu. Dalam pemilu itu oposisi mengantongi suara mayoritas di ibukota, Ankara, dan memenangkan perlombaan ketat untuk Istanbul.
 

 
Kemenangan oposisi di Istanbul menjadi sejarah tersendiri karena untuk pertama kalinya oposisi berhasil merebut kekuasaan di Istanbul setelah hampir 25 tahun dikuasai Partai AK.
 
Erdogan sendiri diketahui mulai dikenal publik Turki setelah menjadi walikota Istanbul pada tahun 1990-an. Jabatan itu menjadi batu loncatan bagi Erdogan yang kemudian muncul sebagai pemimpin nasional.
 
Pasca kekalahan pemilu kemarin, Partai AK menuntut perhitungan ulang sebagian suara yang sebelumnya dianggap tidak sag di beberapa distrik Istanbul. Tetapi Partai AK kemudian meminta dewan pemilihan tertinggi Turki untuk penghitungan ulang semua surat suara.
 
Erdogan membela langkah yang diambil oleh partainya.
 
"Warga mengatakan 'lindungi hak kami, kami melihat bahwa kejahatan terorganisir telah terjadi'," kata Erdogan sebelum bertolak ke Moskow Rusia (Senin, 8/4).
 
"Sebagai partai politik, kami telah menentukan bahwa beberapa tindakan terorganisir dilakukan," katanya.
 
"Ada unsur perampokan dalam semua ini. Ada beberapa pencurian di kotak suara," tegas Erdogan.
 
Diketahui bahwa calon oposisi, Partai Rakyat Republik (CHP) Ekrem Imamoglu unggul dibandingkan calon partai yang berkuasa, yang juga merupakan mantan Perdana Menteri Binali Yildirim di Istanbul. Kemenangan itu tipis dengan selisih hampir 16.000 suara.
 
Imamoglu mendesak dewan pemilihan negara untuk melakukan tugasnya dan mengkonfirmasi kemenangan pemilihannya.
 
Namun Erdogan mengatakan bahwa ada penyimpangan yang terjadi.
 
"Adapun penyimpangan, itu tidak hanya di beberapa tempat, hampir semua itu tidak teratur," kata Erdogan.
 
Dia menambahkan, ketika ada masalah dengan margin kemenangan suara di negara lain, banding dan bahkan pemilihan baru bukanlah hal yang aneh.
 
Dia, bagaimanapun, menambahkan bahwa partainya akan menerima hasil yang dikonfirmasi oleh dewan pemilihan puncak.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

UPDATE

Uang Tunai Rp476 Miliar, Emas Batangan, Dokumen dan Foto Keluarga Disita dari Rumah di Sentul

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:24

Beredar Kabar Mantan Sekjen MPR Maruf Cahyono Hari Ini Ditahan

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:15

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Audit BPK Pemkab Muara Enim

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:11

ASN PPPK Layak Peroleh Jaminan Pensiun

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:09

Koruptor Berkedok Penegak Hukum Pengkhianat Terbesar Bangsa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:07

Tanya Seputar Jaksa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:00

Respons Santai Usulan Jawa Barat jadi Tatar Sunda, DPR: Fokus Kerja Sajalah!

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:57

MPR dan MK Sepakat Tak Saling Intervensi Kewenangan Lembaga

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:41

Masih Digodok DPR, Publik Diminta Tak Khawatir Usulan Kenaikan BPIH 2027

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:31

KPK Sita 12 Ribu Dolar Singapura dari Ketua DPRD Kuansing

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:22

Selengkapnya