Berita

Javad Zarif/Net

Dunia

Iran Tidak Segan Membalas Jika AS Tunjuk Pengawal Revolusi Sebagai Organisasi Teroris

SENIN, 08 APRIL 2019 | 14:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Iran memperingatkan Amerika Serikat untuk tidak maju dengan langkah yang dirumorkan beberapa waktu belakangan, untuk menunjuk Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran sebagai kelompok "teroris".
 
Rumor yang beredar beberapa waktu terakhir menyebut bahwa Amerika Sarikat akan mempertegas kebijakannya pada Iran dengan menetapkan IRGC sebagai organisasi teroris.
 
Rumor itu beredar setelah pekan lalu Wall Street Journal mengutip para pejabat Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya mengklaim bahwa kebijakan lebih keras itu dapat diluncurkan Amerika Serikat itu dapat segera awal pekan ini.
 

 
Jika terealisasi, maka hal itu akan menjadi momentum perdana di mana Amerika Serikat memasukkan lembaga pemerintah asing ke dalam daftar organisasi teroris.
 
Langkah itu tampak sejalan dengan janji Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengambil garis yang lebih keras terhadap Iran.
 
Menanggapi rumor itu, Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif menilai bahwa tindakan seperti itu adalah bencana Amerika Serikat yang lain. Dia memperingatkan ada konsekuensi yang mungkin ditimbulkan jika langkah tersebut benar-benar diterapkan.
 
"#NetanyahuFirsters yang telah lama gelisah atas penetapan FTO IRGC sepenuhnya memahami konsekuensinya bagi pasukan Amerika Serikat di kawasan itu," tulis Zarif di Twitter, merujuk pada pendukung Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, musuh utama regional Iran.
 
"Faktanya, mereka berusaha menyeret AS ke dalam rawa atas namanya. Trump seharusnya tahu lebih baik daripada ditipu oleh bencana Amerika Serikat lainnya," tambah Zarif.
 
Secara terpisah, komandan IRGC Mohammad Ali Jafari mengatakan bahwa pasukan Amerika Serikat yang ditempatkan di Timur Tengah akan kehilangan status kemudahan dan kedamaian saat ini seandainya Washington merealisasikan rumor itu. Dia juga memperingatkan akan ada langkah timbal balik dari Teheran.
 
"Jika laporan terbukti benar bahwa pemerintah Amerika Serikat yang bodoh bermaksud menunjuk IRGC sebagai organisasi teroris, maka IRGC Pengawal Revolusi juga akan menetapkan tentara Amerika Serikat sebagai kelompok seperti ISIS di semua bagian dunia, khususnya Timur Tengah," tegas Jafari seperti dimuat Al Jazeera.
 
Pernyataan Jafari bertepatan dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh mayoritas legislator Iran yang mengkonfirmasi bahwa parlemen negara itu akan menanggapi dengan setiap perubahan oleh Washington.
 
Untuk diketahui, IRGC didirikan untuk melindungi sistem pemerintahan ulama Syiah negara itu setelah Revolusi Islam 1979. Pasukan bertanggung jawab atas rudal balistik Iran dan program nuklir, dan bertanggungjawab langsung ke Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
 
Saat ini diperkirakan ada 125.000 personel, yang terdiri dari unit tentara, angkatan laut, dan udara.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya