Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Pemilihan Rektor Jadi Cermin Integritas Perguruan Tinggi

MINGGU, 07 APRIL 2019 | 19:03 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Komunitas aktivis Jawa Barat yang tergabung dalam BAKIN (Barisan Aktivis Keadilan Indonesia) prihatin dengan proses Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Padjajaran (Unpad) yang berjalan sangat keras dan terkesan politis. Pilrek seharusnya berjalan dengan efisien dan damai apabila elit kampus mampu memegang teguh nilai-nilai luhur perguruan tinggi, khususnya nilai integritas.

“Warga kampus selalu diajarkan untuk menjunjung tinggi integritas, yaitu bagaimana berperilaku etis, jujur, dan adil. Mereka yang memiliki hak bicara dan hak suara di MWA (Majelis Wali Amanat), juga mereka yang menjadi Calon Rektor (Carek), seharusnya menjadi teladan dalam hal integritas. Jika terdapat Carek yang integritasnya dipertanyakan publik, maka semuanya perlu menelusuri dan mengklarifikasi masalahnya hingga tuntas. Hanya dengan demikian, kehormatan Unpad dapat dijaga,” ujar Elfin Afifudien, Pemimpin Umum BAKIN, yang juga alumni Unpad, Minggu (7/4).

BAKIN menganggap bahwa kehormatan Unpad dan kredibilitas MWA dipertaruhkan jika figur terpilih dalam Pilrek kelak adalah sosok yang dianggap memiliki ‘cacat’ integritas. Karena itu, komunitas mahasiswa tersebut meminta MWA memperhatikan dengan serius rekomendasi lembaga Ombudsman Republik Indonesia (ORI) agar Pilrek mengakomodasi laporan-laporan mengenai rekam jejak para Carek.


Seperti diketahui, Pilrek yang sedianya berakhir pada Oktober 2018 mengalami penundaan setelah ORI meminta MWA mempertimbangkan laporan masyarakat mengenai rekam jejak Carek. Rekomendasi tersebut dikeluarkan ORI menyusul adanya pengaduan dari masyarakat bahwa MWA ‘mengabaikan’ laporan mengenai dugaan tindakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan oleh Carek Obsatar Sinaga kepada (mantan) istrinya.

BAKIN menilai bahwa kalangan MWA dan civitas academika perlu mendorong pihak kepolisian untuk bersuara mengenai peristiwa dugaan KDRT tersebut sehingga dapat diketahui benar atau tidaknya tuduhan yang dialamatkan kepada Obsatar.

“Kita harus adil dong. Jika polisi menyatakan benar (ada) peristiwanya, maka MWA dapat menggunakannya sebagai alasan untuk tidak memilih Prof Obsatar. Jika polisi menyatakan tidak ada peristiwanya, ya harus diumumkan kepada publik agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan,” jelas Elfin.

BAKIN sendiri berinisiatif mengirimkan surat kepada Kepala Polwiltabes Bandung untuk mengetahui kejelasan mengenai kasus dugaan KDRT itu, pada Senin (8/4). Mereka berharap, kepolisian dapat memberikan informasi yang jernih mengenai kasus tersebut sehingga segenap warga Unpad dapat bersikap secara adil dan bijaksana. Penjelasan kepolisian juga dapat menjadi bahan bagi MWA untuk melanjutkan proses Pilrek Unpad ke tahap pemilihan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya