Berita

Ilustrasi pekerjaan sulit/Net

Politik

Mayoritas Masyarakat Indonesia Sulit Cari Kerja Di Era Jokowi-JK

SELASA, 02 APRIL 2019 | 21:04 WIB | LAPORAN:

Mayoritas masyarakat Indonesia mengaku sulit mencari kerja pada masa pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Hal itu sebagaimana hasil survei Indonesia Development Monitoring (IDM).

Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring (IDM), Bin Firman Tresnadi mengatakan, dari 2.500 orang responden, sebanyak 71,7 persen mengaku sangat sulit mencari pekerjaan selama 4 tahun terakhir.

"Kemudian 26,7 persen responden mengatakan ada lapangan kerja, tapi banyak yang tidak sesuai dengan tingkat pendidikan ataupun keahlian yang dimiliki masyarakat," katanya dalam konferensi pers di Hotel Sofyan, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/4).


Meski demikian, lanjut Bin, masih ada masyarakat yang mengakui kinerja Jokowi-JK dalam menyediakan lapangan pekerjaan.

"Sebanyak 1,6 persen menyatakan banyak tersedia lapangan pekerjaan," pungkasnya.

Perlu diketahui, 2.500 responden itu berasal dari 408 kabupaten/ kota dan 34 provinsi secara proporsional. Mereka dipilih dengan menggunakan metode multistage random sampling.

Survei bertajuk "Mengukur Pilihan Masyarakat Indonesia Jelang 17 April 2019 Terhadap Dua Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden" ini memiliki margin of error sebesar 1,96 persen. Adapun tingkat kepercayaan dari survei itu adalah sebesar 95 persen. Survei ini digelar pada pada 14 Maret sampai 29 Maret lalu.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya