Berita

Survei Indo Barometer/RMOL

Politik

Survei Indo Barometer: Jokowi-Maruf Unggul 18,8 Persen Dari Prabowo-Sandi

SELASA, 02 APRIL 2019 | 17:24 WIB | LAPORAN:

Lembaga Survei Indo Barometer merilis hasil survei bulan Maret terkait elektabilitas pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang akan bertarung di pemilihan presiden tahun 2019.

Dalam survei itu, Capres-Cawapres pasangan nomor urut 01 masih unggul dari 02. Peneliti Indo Barometer, Hadi Suprapto Rusli mengatakan selisih keduanya berada di kisaran 18,8 persen.

“Seandainya Pilpres dilakukan hari ini, maka pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin
diprediksi menang. Paslon nomor 01 memmiliki elektabilitas sebesar 50,8 persen, sedangkan paslon 02 memiliki elektabilitas sebesar 32 persen,” tutur Rusli saat merilis hasil survei di Hotel Century, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (2/4).

diprediksi menang. Paslon nomor 01 memmiliki elektabilitas sebesar 50,8 persen, sedangkan paslon 02 memiliki elektabilitas sebesar 32 persen,” tutur Rusli saat merilis hasil survei di Hotel Century, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (2/4).

Lanjut Rusli, terdapat 17,2 persen suara masih belum menentukan pilihannya terhadap kedua paslon.

Dengan persentase tersebut, Indo Barometer memprediksi hasil survei Maret 2019 ke 17 April 2019, pasangan Jokowi - Maruf masih unggul dari Prabowo-Sandi.

“Pasangan Jokowi - Ma'ruf unggul dengan proyeksi 61,35 persen. Sementara Prabowo-Sandi 38,65 persen,” tutupnya.

Survei ini melibatkan 1.200 responden dengan margin of error sebesar 2,83%, pada tingkat kepercayaan 95%. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling.

Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner, serta responden survei adalah warga negara Indonesia yang sudah punya hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya