Berita

Foto/Net

Politik

Kader Muhammadiyah Tunggu Instruksi Amien Rais Soal People Power

SENIN, 01 APRIL 2019 | 22:10 WIB | LAPORAN:

Pernyataan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Amien Rais yang akan memimpin people power bila pilpres 17 April berjalan curang merupakan bentuk perlawanan terhadap penguasa yang ingin menghalalkan segala cara untuk berkuasa.

Untuk itu, kader Muhammadiyah seluruh Indonesia siap berada di garis depan di bawah komando Amien Rais menggalang kekuatan guna melakukan poeple power sebab kondisi negara dalam keadaan bahaya.

"Tidak ada kata lain bagi seluruh rakyat Indonesia, jika ingin negeri ini selamat hanya ganti presiden solusinya. Bila terjadi kecurangan dan Jokowi kembali berkuasa maka tidak ada pilihan bagi kita seluruh rakyat yaitu harus people power. Kita harus siap mewakafkan jiwa raga kita untuk menyelamatkan negara," jelas tokoh muda Muhammadiyah Amirullah Hidayat kepada wartawan, Senin (1/4).


Dia juga menyesalkan pernyataan pimpinan pusat Pemuda Muhammadiyah yang diwakili Ali Muthohirin dengan menyerang Amien Rais. Hal itu adalah suatu bentuk amoral kader.

"Apalagi setelah kita investigasi pernyataan itu adalah titipan kekuasaan, sebab dia (Ali) adalah relawan Jokowi," beber Amirullah.

Dia menambahkan, seharusnya Ali Muthohirin mengeluarkan pernyataan atas nama relawan Jokowi bukan membawa bendera PP Pemuda Muhammadiyah. Sebab, Amien Rais merupakan tokoh yang sangat dicintai serta dihormati rakyat apalagi bagi warga Muhammadiyah.

"Seharusnya Ali Muthohirin bisa melakukan banyak cara untuk menjilat kekuasaan dan Jokowi tidak perlu sampai menyerang pribadi Amien Rais. Kita meminta Pemuda Muhammadiyah untuk tidak melacurkan diri hanya ingin menjilat Istana," tegas Amirullah yang juga kordinator Pusat Komunitas Relawan Sadar Indonesia (Korsa).  

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya