Berita

Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Amien Rais/Net

Politik

Kapolres Garut Tak Netral, People Power Yang Digaungkan Amien Rais Pasca Pilpres Beralasan

SENIN, 01 APRIL 2019 | 15:51 WIB | LAPORAN:

Dugaan ketidaknetralan Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna di Pilpres 2019 yang diakui Kapolsek Pasirwangi, AKP Sulman Aziz menjadi salah satu kekhawatiran yang sudah diprediksi Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Amien Rais.

Kekhawatiran itulah yang dianggap menjadi salah satu alasan Amien Rais kerap menggaungkan people power jika pasangan Prabowo-Sandi dicurangi.

"Ini salah satu bukti mengapa Pak Amien sampai berbicara keras soal people power," kata Anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dradjad Wibowo kepada wartawan, Senin (1/4).


Dradjad menjelaskan, selain dugaan ketidaknetralan oknum Polri, belakangan ini banyak perilaku sewenang-wenang dan penyalahgunaan kekuasaan untuk memenangkan calon tertentu.

"Itu dilakukan oleh oknum dari menteri hingga kepala desa. Saking masifnya, jangan-jangan penggunaan kata oknum malah keliru," jelasnya.

Bukan tanpa alasan. Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) ini makin yakin adanya praktik kesewenang-wenangan di tubuh penguasa.

Hal itu diperkuat dengan adanya temuan kasus hukum yang diungkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru-baru ini.

"Lihat saja praktik politik uang dan politik bingkisan. Syukurlah KPK berhasil menangkap tangan politisi yang korupsi untuk membiayai serangan fajar. Itu pun hanya puncak gunung es saja," sindirnya.

Ditambah dengan adanya aroma ketidakadilan oknum aparat hukum yang ia rasakan dalam penindakan suatu kasus.

"Pisaunya super tajam ke satu sisi, super tumpul ke sisi lain," sesalnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya