Berita

Bowo Sidik Pangarso/Net

Politik

Saran Gerindra, Romi Dan Bowo Berani Buka Mulut

JUMAT, 29 MARET 2019 | 21:25 WIB | LAPORAN:

Politisi PPP Romahurmuziy (Romi) dan politisi Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso diimbau berani buka mulut atas kasus dugaan korupsi yang dihadapi. Khususnya, jika dugaan korupsi yang dilakukan itu berhubungan dengan pemenangan pilpres.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono meminta keduanya untuk mengajukan diri sebagai justice collaborator ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jika itu dilakukan, maka kesaksian yang diberikan akan meringankan pidana yang nanti diterima.


"Nah saya harap Bowo dan Romi berani testimoni ya, agar nanti hukumnya bisa ringan," katanya kepada wartawan, Jumat (29/3).

Penangkapan Romi terjadi pada 33 hari menjelang Pemilu 2019. Arief menilai aksi korupsi Romi tidak menutup kemungkinan untuk mencari dana kampanye bagi pasangan capres yang diusung.

Begitu juga, Bowo Sidik Pangarso yang diduga telah menerima suap dari Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK), Asty Winasty, jelang beberapa minggu sebelum hari pencoblosan. Suap itu diduga kuat berkaitan dengan kerjasama pengangkutan bidang pelayaran untuk distribusi pupuk.

Adapun total uang yang disita KPK sebesar Rp 8 miliar, yang dimasukkan ke dalam 400 ribu amplop dengan pecahan Rp 50 ribu dan Rp 20 ribu. KPK menduga amplop-amplop itu akan digunakan sebagai serangan fajar saat pemilu.

Banyak spekulasi muncul bahwa uang tersebut juga dimaksudkan untuk kepentingan pilpres, mengingat jumlah konstituen Bowo di tahun 2014 hanya 66 ribu. Baca: 400 Ribu Amplop Bowo Sidik Untuk Pilpres? Ini Jawaban Ketua KPK

Maka dari itu, lagi-lagi Arief Poyuono meminta dua orang yang berada di lingkaran kekuasaan itu untuk buka mulut, agar hukuman terhadap mereka menjadi ringan.

"Jujur saja siapa yang suruh dan untuk keperluan kampanye dan "serangan fajar" saat pilpres. Jika berani testimoni nanti akan saya mintakan keringan hukuman pada Romi dan Bowo yang merupakan sahabat saya," pungkasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya