Berita

Jokowi dan Prabowo/Net

Politik

Pilpres Bukan Pancasila Vs Khilafah, Tapi Pandawa Lawan Kurawa

JUMAT, 29 MARET 2019 | 17:56 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pancasila sudah final di negeri ini. Tidak ada lagi ideologi yang tumbuh untuk mengangkangi kesepakatan para pendiri bangsa tersebut, termasuk khilafah.

Begitu tegas Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menanggapi pernyataan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono yang menyebut pilpres sebagai pertarungan antara ideologi Pancasila melawan khilafah.

Baginya pernyataan mantan ketua umum PKPI itu sebatas gerakan kanalisasi untuk mencoba menambah suara bagi pasangan Joko Widodo-Maruf Amin  


“Namun sayang masyarakat udah engak percaya sama omongan Hendropriyono yang menghembuskan isu pertarungan ideologi Pancasila Vs khilafah. Coba kalau ada masyarakat Indonesia berideologi khilafah buktikan. Jangan cuma omong gede aja dong,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (29/3).

Arief justru menilai pertarungan pilpres sebagai perang antara Pandawa melawan Kurawa. Dalam perang ini, Drupadi yang menjadi istri Pandawa diperlakukan tidak adil oleh kurawa. Pakaian Putri Drupada itu dilucuti oleh para Kurawa di Istana dan disaksikan oleh semua pasang mata pejabat kerajaan.

Peristiwa ini bisa diartikan bahwa Indonesia yang kini dipimpin Jokowi sedang ditelanjangi dan dibuka selebar-lebarnya bagi kepentingan asing.

“Ini penindasan terhadap ekonomi dan kehidupan. Masyarakat Indonesia yang harus menanggung beban utang yang makin menumpuk dan pajak yang mencekik leher rakyat serta mahalnya harga harga sembako,” tegasnya.

“Jadi pilpres ini pertarungan antara ideologi keadilan dan kebenaran vs kepentingan asing yang diwakili oleh Joko Widodo-Maruf Amin,” pungkas Arief.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya