Berita

Spanduk "Kami Rakyat Jokowi" yang viral mengisi beberapa titik lokasi di Jawa Timur/Net

Politik

Shohibul Anshor: 'Kami Rakyat Jokowi' Berbahaya Dan Merugikan Suara Petahana

JUMAT, 29 MARET 2019 | 06:10 WIB | LAPORAN: TUAHTA ARIEF

Komunitas "Kami Rakyat Jokowi" yang mengingatkan pada gerakan "Kami Indonesia, Kami Pancasila" sangat tidak bersahabat.

Pasalnya kelompok yang menggunakan frasa itu di spanduk di beberapa titik di Jawa Timur ini dinilai memiliki semangat dikotomi, bersifat vonis dan intimidatif.

Hal itu disampaikan Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Shohibul Anshor kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (29/3).


"Ada hal serius dibalik makna tulisan 'Kami Rakyat Jokowi' yang ada di spanduk-spanduk di Jatim itu. Semangat dikotomistik yang tak bersahabat dan sama bahayanya dengan 'Kami Indonesia, Kami Pancasila' yang intimidatif itu," kata Shohibul.

Selain memiliki makna pengkotakan dan pecah belah, "Kami Rakyat Indonesia" secara tak langsung mengandung klaim atau paling tidak bertendensi mengatakan bahwa komunitas ini (“Kami”) lebih baik karena (menjadi) “Rakyat Jokowi”.

"Karena pentingnya klaim dan propaganda, pembuat spanduk itu terkesan kuat merelakan dirinya jatuh dalam kesesatan berfikir," kata Shohibul.

Shohibul membandingkan si pembuat spanduk dengan peristiwa yang pernah ada di Indonesia tatkala Presiden Pertama Soekarno didukung Badan Pendung Soekarno.

"Dulu Soekarno memiliki jejaring politik yang dinamai “Badan Pendukung Soekarno”. Itu tak salah, karena klaimnya benar untuk orang-orang tertentu dari rakyat Indonesia yang jumlahnya pun susah atau tak membutuhkan sensus," lanjut Shohibul.

Shohibul bahkan menilai Jokowi menghadapi resiko elektoral akibat spanduk yang fotonya viral di media sosial itu.

"Memang, dengan spanduk semacam ini bisa saja militansi kalangan tertentu yang menjadi pendukung Jokowi bisa makin kuat. Tetapi secara keseluruhan itu cukup merugikan. Saya sama sekali tak yakin korelasi bunyi spanduk  itu dengan peluang untuk mengagregasi jumlah dukungan buat Jokowi. Baik dari yang tadinya bertekad Golput atau masih dalam posisi undecided votter, apalagi swing votter dari kubu Prabowo Sandi," lanjut Shohibul.

Di luar pendukung Jokowi, lanjut Shohibul,  nalar sehat pasti akan menolak bunyi spanduk karena kering dari unsur persuasi sama.

"Padahal kampanye itu tujuannya mengajak orang yang justru dihindari oleh bunyi spanduk ini," kata Shohibul.

"Semoga saja 'Rakyat Jokowi' ini tak meminta hak-hak istimewa di negeri ini dan pula jangan minta keistimewaan di TPS saat memberi suara tanggal 17 April nanti," demikian Shohibul.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya