Berita

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Lodewijk F Paulus/RMOL

Politik

Lodewijk Sebut OTT Bowo Sidik Justru Bikin Untung Caleg Golkar

JUMAT, 29 MARET 2019 | 01:42 WIB | LAPORAN:

Tersandungnya politisi Golkar, Bowo Sidik Pengarso dalam kasus yang ditangani KPK justru dianggap sebagai keuntungan bagi politikus Golkar lainnya.

Bowo sendiri tercatat sebagai calon legislatif (Caleg) DPR RI dapil Jawa Tengah (Jateng).

"Karena terus terang di dapil persaingannya juga cukup ketat, itu (Jateng) salah satu yang dikatakan dapil neraka. Jadi kalau ada satu yang tidak bisa, maka memberikan kesempatan yang lainnya untuk maju," ungkap Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Lodewijk F Paulus usai konferensi pers di Kantor DPP Golkar, Kemanggisan, Jakarta Barat, Kamis (28/3).


Baginya, kasus hukum yang dialami kadernya itu tak akan merugikan Golkar. Bahkan dibalik kasus hukum ini, caleg-caleg yang satu dapil dengan Bowo akan diuntungkan.

"Kalau enggak salah Pak Bowo ini nomor 2. No urut 3 dan seterusnya pasti berebutan untuk mengambil posisi yang bersangkutan. Apalagi ini kalau di sepak bola injury time, atau kita lari sudah sprint. Saya pikir peluang ini tidak akan lari kemana-mana, (tetapi) akan lari ke teman-teman sendiri dalam satu dapil, yaitu Jateng satu," jelasnya.

Bowo yang juga menjadi Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa Tengah I akan digantikan dengan Ketua Pemenangan Pemilu Jawa Kalimantan, Nusron Wahid.

"Tadi malam beliau (Nusron) sudah dipanggil oleh Ketua Umum (Airlangga Hartarto) dan telah diberi arahan, artinya untuk sementara jabatan ketua pemenangan pemilu wilayah Jateng I akan diambil alih langsung oleh Pak Nusron sebagai ketua koordinator bidang pemenangan pemilu Jawa Kalimantan," lanjutnya.

Dengan keputusan tersebut, diyakini akan meredam situasi pasca penangkapan Bowo dan aktifitas politik Golkar dapat tetap stabil.

"Insya Allah dengan langkah yang cepat ini, kita bisa menetralisir situasi dan tentunya para caleg bergerak kembali," tandasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya