Berita

Anggota PDI Perjuangan, Effendi Simbolon/RMOL

Politik

Revisi UU Pemilu Satu Keharusan

JUMAT, 29 MARET 2019 | 01:19 WIB | LAPORAN:

Golongan Putih (Golput) alias pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya di TPS di setiap Pemilu di Indonesia selalu menjadi sorotan,   
termasuk di Pemilu serentak 2019.

Namun, Anggota PDI Perjuangan, Effendi Simbolon tidak khawatir keberadaan kalangan golput. Dia menilai justru pihak capres yang khawatir dengan Golput.

"Jadi kekhawatiran golput itu adalah kekhawatiran para capres. Caleg seperti saya tidak khawatir," kata Effendi Simbolon dalam diskusi bertema Tenggelamnya Caleg Ditengah Hiruk Pikuk Pilpres di media center DPR, Kamis (28/3).

"Jadi kekhawatiran golput itu adalah kekhawatiran para capres. Caleg seperti saya tidak khawatir," kata Effendi Simbolon dalam diskusi bertema Tenggelamnya Caleg Ditengah Hiruk Pikuk Pilpres di media center DPR, Kamis (28/3).

Sebab Caleg PDI Perjuangan yang bertarung di Dapil DKI III ini beralasan, dalam menghadapi Pemilu, caleg membawa dirinya sendiri. Artinya caleg yang menggarap masyarakat pemilih di dapilnya agar mencoblosnya.

Effendi Simbolon mengakui untuk pemberitaan, Pileg tenggelam dengan pemberitaan Pilpres. Namun tidak demikian di lapangan.

"Di lapangan masyarakat tidak peduli dengan Pilpres karena mereka tidak dapat apa-apa," ujarnya.

Terkait dengan wacana UU Pemilu direvisi agar pelaksanaan Pileg dan Pilpres ke depan  dilaksanakan secara terpisah, ia mendukungnya.

Sebab Pemilu serentak dianggap memunculkan masalah teknis. Salah satunya adalah tingkat kesulitan memilih sudah menjadi masalah sendiri karena kertas suara terlalu banyak. Begitu juga tata cara pencoblosan.

"Jadi bukan hanya perlu, malah harus dipisahkan pelaksanaan Pileg dengan Pilpres. Seharusnya kita sadar kompleksitas Pemilu serentak justru kita sendiri yang membuatnya," katanya.

Ia melanjutkan, dalam pemilihan baik legislatif maupun eksekutif seharusnya memakai metode yang praktis.

"Bukan metode serentak seperti sekarang ini," tandasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Pernah Tembak Mati Perampok Toko Emas, Eks Kapolres Jakbar Kini Jabat Kapolda Papua Barat

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:17

PIEP Datangkan 450 Ribu Barel Minyak dari Aljazair

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:07

Din Syamsuddin Tawarkan Konsep Etika Global Bersama di Forum Internasional Mauritius

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:05

KSP Kawal Ketat Kopdes Merah Putih hingga Capai Target

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:04

Strategi Pertamina Trans Kontinental Jaga Stabilitas Kinerja 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:49

Lebih dari 42 Ribu Warga Ikut Pilih Logo HUT RI ke-81

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:40

Ketika Demonstrasi Punya Harga, yang Mati Bukan Hanya Integritas Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:34

Forum Bersama Raja Charles III, Jumhur Bicara Kebijakan Pengelolaan Limbah

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:30

Menkop Gandeng KSP Percepat Operasionalisasi Kopdes

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:23

AKBP Supriyanto jadi Kapolres Pertama Kawasan IKN

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:20

Selengkapnya