Berita

Andre Rosiade/Net

Politik

Rakyat Harus Sadar Keliling Jokowi Banyak Ditangkap KPK

KAMIS, 28 MARET 2019 | 19:29 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Penangkapan kader-kader partai koalisi pendukung Joko Widodo-Maruf Amin oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus jadi perhatian khusus rakyat Indonesia bahwa di sekeliling Jokowi banyak diisi koruptor.

Begitu kata  Jurubicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade menanggapi penangkapan kader PPP Romahurmuziy dan anggota Fraksi Golkar, Bowo Sidik Pangarso.  

“Sekali lagi jangan terjebak dengan wacana dan janji tapi lihat fakta. Kalau memang yang ditangkap KPK itu mayoritas adalah pendukung Jokowi, saya harap rakyat sadar untuk menjauhi korupsi. Kita jangan pilih lagi parpol pendukungnya,” katanya kepada Kantor Berita Politik RMOL di Resto Ajag Ijig, Jakarta, Kamis (28/3).


Komitmen Jokowi untuk memberantas korupsi, menurut Andre, juga tidak sepenuh hati. Sebab, hingga saat ini penuntasan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan tak kunjung selesai.

Bahkan, lanjutnya, pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Polri  sebatas untuk pemenuhan kebutuhan Jokowi saat debat pertama yang membahas persoalan HAM.

“Saya tanya sudah berapa bulan, hasilnya apa. Karena takut ditanya soal perkembangan kasus Novel ini. Sekarang tanya TGPF apa progresnya,” kata Andre.

Di sisi lain, Andre menambahkan penangkapan demi penangkapan KPK terhadap kader parpol koalisi Jokowi, sama sekali tidak terkait dengan motif politik, misalnya skenario KPK lantaran kasus penyelesaian Novel tidak bisa dituntaskan.

“Saya rasa KPK profesional tidak ada hubungan politik soal penangkapn ini. Ya, kebetulan saja dan faktanya adalah yang banyak maling itu adalah parpol pengusung Jokowi,” demikian Andre.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya