Berita

Politisi senior PAN Amien Rais/Net

Politik

Soal Genderuwo, PAN: Pak Amien Hanya Ingatkan Penyelengara Pemilu Hati-Hati

KAMIS, 28 MARET 2019 | 17:32 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Politisi senior PAN Amien Rais beberapa waktu lalu menyatakan bahwa Hotel Borobudur Jakarta tempat terakhir penghitungan suara beberapa pemilu banyak dihuni oleh genderuwo dan jin.

Praktis, hal itu juga membuat pihak manajemen Hotel Borobudur meradang. Menurutnya pernyataan Amien itu tidak memiliki dasar.

Menurut Ketua DPP PAN Yandri Susanto, pernyataan Amien Rais tersebut hanya sebuah analogi dari adanya hacker yang kerap mengacaukan sistem pemilu.


"Peringatan Pak Amien, kemungkinan itu (penghitungan pemilu) diganggu atau kemungkinan itu dijadikan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab atau menagcaukan, genderuwo kan biasanya pengacau kan? Makhluk yang tidak kita sukai kan?" ucap Yandri di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (28/3).

Dia menjelaskan bahwa genderuwo itu merupakan sebutan untuk para hacker pengacau pemilu. Yang membuat hasil pemilu bisa dirubah-rubah sesuai kepentingan.

Sambung Yandri, peringatan dari Amien Rais itu bermakna positif agar para penyelenggara pemilu bisa melakukan deteksi dini terhadap ancaman-ancaman dari para IT yang tidak bertanggung jawab.

"Maka Pak Amien bagus justru ini kan peringatan bagi kita semua, buat KPU. Bawaslu untuk hati-hati," imbuhnya.

Anggota Komisi II DPR ini menyatakan bahwa hal itu juga diakui oleh KPU sendiri yang sudah beberapa kali sistem IT-nya diretas oleh hacker.

"Iya karena kan KPU juga mengakui beberapa kali data mereka di-hack kan? Dan tidak bisa beroperasi dan jangan sampai itu bisa membuat situasi yang tidak kondusif," pungkas Yandri.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya